Kamis, 02 Januari 2014
Syirik ?
![]() |
| Gambar dari Facebook Flower Power |
Apa definisi syirik menurut Anda?
Menyembah berhala? Minta-minta di kuburan? Percaya pada ramalan? Percaya pada
Feng Shui?
Apa definisi berhala? Patung?
Saya belum pernah bertemu dengan orang penyembah patung. Saudara-saudara kita yang suka memberi dupa pada patung itu
tidak menyembah patung. Patung itu hanyalah simbol. Sebagaimana kaligrafi Allah
bukanlah Allah melainkan simbol Allah.
Anda silakan berpendapat lain.
Namun izinkan saya berpendapat.
Sering baca kan ayat suci yang
artinya: Allah lebih dekat daripada urat lehermu sendiri.
Berarti Allah sangat dekat.
Bagaimana untuk bisa mengakses Dia?
Menurut para Master Spiritual,
caranya adalah dengan no mind.
Sulit sekali untuk bisa no mind.
Karena mind adalah alat kita untuk bertahan hidup. Yang bisa kita lakukan
adalah untuk menjarangkan pikiran dan yang terpenting adalah tidak memperkuat
mind!
Memperkuat mind itulah syirik.
Bagaimana dengan orang yang tetap memperkuat mind? Balasannya adalah : RUGI!!!
Masuk ke dalam neraka ketidak-tahuan (ignorance).
Memperkuat mind adalah
menggunakan kekuatan pikiran sehingga pikiran menjadi kuat. Misalnya
menggunakan kekuatan pikiran untuk mempengaruhi orang, agar orang tunduk, agar
orang yang dicintai mau padahal sebelumnya tidak mau. Menggunakan kekuatan pikiran
juga bisa dengan membengkokkan sendok, memindahkan benda jarak jauh.
Demikian menurut saya *senyum
Terimakasih... Namaste _/l\_
Sulitnya Menerima Kenyataan Hidup
![]() |
| Gambar dari Facebook Flower Power |
Saya terkesan membaca quote dari seorang teman:
Sometimes, opening your eyes may be the most painful thing you ever have to do.
Ya, membuka mata menerima
kenyataan kadang kita hindari karena sangat menyakitkan. Padahal bila kita ”berani”
menghadapi kenyataan, kita akan lebih cepat bangkit untuk menata hidup kita.
Otak kita dengan canggihnya
menyimpan memori yang sangat traumatis jauh ke dalam lapisan bawah sadar agar
manusia tidak terluka.
Kita tentu ingat peristiwa tabrakan
anak musisi Ahmad Dhani, Dul. Dul mengaku tidak ingat kejadian saat dia
menabrak mobil lain. Otak Dul dengan canggih menyimpan masuk memori tentang
kecelakaan itu agar Dul tidak trauma berat.
Saat saya kecil, ada seorang Bapak
yang selalu melintas di jalan depan rumah saya setiap pukul 7 pagi. Dia akan ke
Pelabuhan Gorontalo, menunggu kepulangan istrinya selama 1 jam, lalu pulang ke
rumah. Setelah pulang ke rumah dia bekerja seperti biasa.
Puluhan tahun Bapak itu melakukan
rutinitas yang sama yaitu menjemput istrinya di Pelabuhan Gorontalo. Bapak ini
tidak bisa menerima kenyataan bahwa istri tercintanya sudah meninggal puluhan
tahun yang lalu.
Perlu keberanian untuk menerima
kenyataan hidup.
Seandainya saya dulu dengan tabah
menerima kenyataan hidup mungkin hidup saya saat ini lebih sukses.
Bertahun-tahun saya tidak bisa menerima kenyataan bahwa saya tidak bisa hamil.
Saya, saat itu, berharap untuk hamil, untuk menyenangkan suami saya. Demi
harapan palsu itu saya berobat alternatif ke dukun. Hal ini sangat
membuang-buang waktu, duit dan tenaga.
Seandainya saat itu saya dengan
berani menerima kenyataan hidup itu. Saya akan bilang pada suami, “Ok, saya
tidak bisa hamil. Bagaimana dengan Mas? Mau menceraikan saya atau tetap
menerima saya?”
Dengan menerima kenyataan, saya
tidak membuang-buang waktu yang sangat berharga. Waktu adalah kehidupan itu
sendiri. Waktu yang dipakai untuk ke dukun bisa dipakai untuk bekerja meniti
karir.
Harapan yang berlebihan membuat
mata kita sulit untuk terbuka.
Saya mendengar cerita teman yang
mengantar temannya berobat alternatif di daerah Utan Kayu. Temannya ini
berharap Ustadz X itu bisa meyembuhkan kankernya. Dan pengobatan alternatif di
Ustadz X itu mahal loh, 30 juta rupiah untuk 5 kali kedatangan. Dan, teman itu
tidak sembuh...
Cerita yang sama sering saya
dengar. Cerita tentang “harapan” yang harus dibayar dengan uang puluhan juta. Ada
beberapa Ustadz yang modus operandinya seperti modus Ustadz X.
Saya setuju dengan pengobatan
melalui zikir. Zikir membuat hati kita tenang. Saya percaya banyak yang sembuh
dengan air yang dibacakan zikir oleh Cak Nun atau Pak Muhammad Zuhri. Namun Cak
Nun dan Pak Muh tidak komersil. Beliau hanya membacakan zikir dengan niat
ikhlas lillahi ta‘ala. Bila orang yang bersangkutan sembuh, maka itu atas
izinNya. Dan beliau-beliau toh melakukan dengan ikhlas, tidak meminta bayaran.
Yang “geblek” adalah Ustadz yang mematok
mahar/sedekah/bayaran sebesar puluhan juta untuk orang yang putus asa berobat.
Kasihan orang susah yang sampai berhutang agar sembuh padahal mereka sudah
tidak ada harapan. Kadang orang harus menerima kenyataan bahwa hidup tinggal
sebentar lagi. Harus berbesar hati untuk menyelesaikan urusan berupa hutang
piutang, meminta maaf dan bersiap-siap kembali ke Yang Maha Pengasih. Sayang kan
bila waktu yang berharga dipakai untuk berobat dengan hasil “harapan palsu”.
Semoga kita semua berani membuka
mata. Amiiin...
TerimaKasih... Namaste _/l\_
Minggu, 29 Desember 2013
Bangun Trisna
Bangun trisna adalah ungkapan
orang Jawa tentang perasaan cinta. Bukan ”fall in love” atau “jatuh cinta” tapi
“bangkit cinta”. Indah sekali, cinta seharusnya membangkitkan kita, bukan
membuat kita terjebak dalam keterikatan.
Bangun trisna: Love should be
awakening us...
Beberapa teman saya adalah istri
yang dikekang suami dengan banyak aturan. Aturan memang perlu, bukan untuk
istri saja tapi untuk suami juga. Misalnya menjaga diri agar tetap berada di
“jalur yang benar”. Seseorang harus menjaga pergaulan. Benar kan ya. Bila
berteman dengan seorang penipu bukankah kita akan ikut-ikutan menjadi seorang
penipu juga?
Selama ini saya kurang memakai
intelegensia saya. Ketika masih muda, saya berpikir bila kita mencintai suami
maka kita harus mengikuti kehendak suami. Ternyata salah besar. Bagaimana bila
suami kita punya masalah sendiri, punya obsesi besar, kurang perhatian, bahkan
posesif, cenderung menekan istri? Istri
jadi tertekan, tidak berkembang
potensinya.
“Aku bertanggung jawab penuh atas
hidupku ini”. Ini merupakan afirmasi pertama dalam latihan Kundalini Yoga. Afirmasi ini sangat powerful. Saya, dengan segala
kebodohan saya, pernah percaya bahwa suami berniat membahagiakan saya. Bodoh
sekali. Ternyata suami dan obsesinya bukan saja “tidak membahagiakan” saya tapi
membuat saya tercabut dari rasa aman.
Pelajaran terpenting dari
perkawinan saya adalah “saya bertanggung jawab penuh atas kehidupan saya
sendiri, pada kebahagiaan saya sendiri”.
Suami, sebagaimana manusia
umumnya, bisa manipulatif, bisa berbohong untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka
bisa berkata manis, “Saya melakukan ini untuk membahagiakanmu.”
Saya jadi panas membaca kultwit Fahri Hamzah @Fahrihamzah tentang
mengapa Anaway, istri Anis Matta,
lapang dada menerima Szilvia untuk menjadi istri kedua Anis Matta dan tinggal serumah
dengannya. Apakah cinta Anis Matta membuat Anaway bangun trisna, bangkit kebahagiaannya?
Mungkin Anaway punya hati seluas
samudra. Mungkin. Namun apa yang bisa dilakukan seorang istri dengan 7 anak
ketika suami mau beristri lagi? Mau minta cerai? Tentu istri akan berpikir
tentang sekolah dan kepentingan 7 anaknya. Lagipula karena kesibukan dalam mengurus
7 anak, istri tidak sempat mengasah diri memperdalam skill dan knowledge nya.
Bagaimana dia harus menanggung biaya hidup dan pendidikan 7 anak bila dia
menjanda?
Mungkin mantan suami tetap
bertanggung jawab dalam memberi nafkah pada anak-anaknya. Namun tentu saja tidak
ada jaminan. Banyak istri yang memutuskan untuk tetap menanggung beban perasaan
sebagai istri yang dimadu karena kepentingan anak-anak.
Saya heran dengan orang-orang
partainya Anis Matta ini. Mereka senang mempunyai anak banyak. Jadi ingat “Inferno” Dan Brown. Bila ledakan penduduk tidak dapat dikendalikan, bumi ini
akan menjadi neraka. Sebagian penduduk bumi akan mati karena memperebutkan air
dan makanan untuk survive.
Orang bisa pintar secara
intelektual. Mereka bisa menjadi sarjana, master atau doktor. Namun bila tidak
menggunakan intelegensia maka mereka tidak bisa memikirkan kepentingan yang
lebih luas dari kepentingan diri sendiri dan kelompok.
Mungkin satu pasangan sanggup membiayai
hidup dengan anak 10, anak 12, anak 9. Namun bagaimana dengan daya tampung
bumi? Lagipula pada masa sekarang ini, sulit untuk survive dengan anak yang terlalu banyak. Bagaimana bila si bapak
kena phk, jobless? Bagaimana dengan
biaya hidup dan biaya pendidikan banyak anak itu?
Bangun trisna...Love should be
awakening us...
Apakah pernikahan dengan
seseorang membuat kita bangkit? Bangkit segala potensi baik dalam diri kita
sehingga kita bisa membahagiakan diri kita dan bisa berbagi kebahagiaan dengan
orang lain? Bila itu terjadi maka kita memang benar-benar bangun trisna.
Semoga kita semua dalam keadaan bangun
trisna. Amin.
Terimakasih... Namaste _/l\_
Kamis, 05 Desember 2013
Review Film : Sagarmatha
Ternyata film Sagarmatha tidak
lama ditayangkan di bioskop. Sayang sekali. Padahal film ini keren banget.
Ceritanya kereen! Sepertinya perlu beli DVD film ini.
Film ini berkisah tentang dua
sahabat, Shilla dan Kirana, yang setahun lalu pernah berjanji untuk mendaki
hingga puncak tertinggi pegunungan Himalaya, Mount Everest. Sagarmatha adalah
bahasa Nepal untuk Mount Everest.
Ternyata perjalanan ini juga merupakan
perjalanan batin dua sahabat karib ini.
Kirana berpendapat bahwa seorang
wanita harus berjuang untuk mencapai puncak prestasi tertinggi dalam hidup.
Jangan sampai cita-cita itu terganggu dengan tetek bengek mengurus suami dan
anak-anak.
Kirana menyemangati Shilla agar
menggapai cita-cita untuk menjadi penulis yang hebat. Sementara Shilla selalu
membayangkan rumah hangat, yang isinya adalah Shilla, suami, anak dan cucu.
Dalam pendakian ke Sagarmatha
ini, Shilla mempertimbangkan apa yang benar-benar diinginkannya. Mencapai
prestasi puncak untuk diri pribadi atau membangun rumah tangga yang tentunya
sedikit menghambat ambisi pribadi.
Menarik untuk dipikirkan para
wanita muda ya *wohoooo...
Yang saya sukai dalam menonton
film adalah menikmati kota latar belakang cerita. Di film ini kita melihat
Kolkata yang kumuh dari dekat. Melihat bagaimana pemandangan dari kereta api
dari India menuju Nepal. Trus melihat Potala. Melihat kehidupan masyarakatnya.
Tampaknya kota Nepal dan Potala kota yang sederhana ya. Beda dengan Indonesia
yang megah walau harta bangsa ini sudah digadaikan.
Sukaaa banget melihat pemandangan
saat Shilla dan Kirana mendaki. Subhanallah... Indahnya Himalaya... Indahnya ibu
bumi...
Dan saya setuju dengan tagline
Kirana: “Pada akhirnya setiap orang harus sendiri”.
Ya, setiap orang harus sendiri.
Ada suami atau tidak bersuami, tanpa anak atau beranak banyak, tanpa keluarga
atau dikelilingi keluarga, pada akhirnya manusia itu harus sendiri, harus
menempuh perjalanan sendiri-sendiri.
Jadi terharu banget menonton film
ini. Sangat terkesan.
Terimakasih... Namaste _/l\_
Review Film: The Counselor
Jadi tertarik nonton “The
Counselor” setelah melihat poster filmnya. Ada Cameron Diaz, Brad Pitt,
Penelope Cruz. Sepertinya menarik...
Ternyata film “The Counselor” ini
tentang perdagangan narkoba yang sadis banget. Sampe beberapa kali tutup mata
karena tidak tahan nonton kesadisannya.
Yang menarik adalah kematangan Cameron Diaz. Wanita matang, sexy, unpredictable...
Si tokoh bernama Counselor ini
tampaknya pintar tapi ternyata sangat bodoh. Dia tidak menyadari betapa
kejamnya dunia mafia narkoba hingga calon istri yang sangat dicintainya
diculik, dan nyawanya sendiri terancam hingga hidupnya hancur.
Jadi mikir... Selama ini saya
pikir hidup saya tenang. Ternyata saya kurang membuka mata. Hingga saya
menyaksikan sendiri bagaimana seorang guru spiritual yang tidak bersalah secara
sistematis dijebloskan ke dalam penjara. Ternyata mafia hukum itu ada juga di
Indonesia.
Sering saya baca di koran tentang
pengedar narkoba yang tertangkap. Ternyata banyak juga pecandu narkoba. Dan pastinya
ada mafia narkoba di Indonesia. Hanya saya kurang menyadari saja.
Baca deh http://www.thrivemovement.com/ Ternyata banyak mafia di dunia ini.
Antara lain mafia di industri farmasi.
Banyak sekali kekejaman di
sekitar kita. Banyak mafia di sekitar kita. Bermula dari nafsu dan keserakahan.
Akhirnya mengeksploitasi pihak lain, tega melakukan kekejaman yang luar biasa.
Mari menjadi kuat. Kuat agar
tidak dikuasai hawa nafsu, juga kuat agar tidak dikuasai mafia yang serakah dan
kejam. Amiin
TerimaKasih...Namaste _/l\_
Langganan:
Postingan (Atom)
Translate
About Me
- Guruntala
- 🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala




