Tampilkan postingan dengan label One Earth College. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label One Earth College. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Januari 2015
Kudu Rajin
Kemarin menengok teman yang hidup dengan otoimun, sejenis Lupus. Beliau curhat, "Sekarang malaaas banget mau ngapa-ngapain."
Jadi speechless. Bagaimana mau menasehati orang yang sedang sensi ?
Saya baca buku Dian Syarief dan Sundea "Sunrise Serenade" tentang pengalaman Dian berjuang untuk hidup bersama Lupus. Dian dan suami tercintanya mendirikan Shamsi Dhuha Fondation untuk melayani orang-orang yang hidup dengan lupus dan low vision.
Tak mudah hidup dengan Lupus. Dengan adanya "anak" berupa Yayasan Shamsi Dhuha maka semangat untuk hidup terus ada.
Tubuh manusia dirancang untuk bekerja #SelfNote. Bila tidak bekerja atau tidak beraktivitas maka tubuh ini akan sakit. Demikian salah satu pelajaran yang saya petik dari Traditional Chinese Medicine (TCM).
Saya suka novel serial orang-orang Metropolitan karya Threes Emir. Menarik sekali serial yang menyorot kehidupan orang-orang metropolitan. Mengingatkan pada akun twitter dan instagram menarik, @humansofny - humans of new york. Setiap orang punya cerita kehidupan. Pada serial itu ada cerita tentang anak orang kaya yang pemalas. Anak orang kaya yang sudah dewasa dan beristri itu tidur melulu di kamarnya yang ber AC. Kerjanya tidur dan makan. Mandi malas, kerja apa aja malas. Lama-lama istrinya ilfil lihat suaminya yang super malas, jadi minta cerai deh. Tidak peduli walau mertua kaya.
Banyak ortu yang bercita-cita memberikan kehidupan yang nyaman untuk anak-anaknya dengan memberikan warisan sebanyak-banyaknya. Kenyataannya, bila tidak bisa mengelola, harta itu akan habis. Walau tidak diberi warisan, bila anak itu mempunyai kehendak yang kuat, skill & knowledge, anak itu akan bisa survive, akan bisa mencukupi kebutuhan diri.
Berikut quote yang saya kutip dari One Earth College, bidang studi Interfaith:
* Surga adalah pavilion penuh keringat, penuh kerja keras, penuh dinamika.
Neraka adalah pavilion dimana orang bermalas-malasan dan mati karena penyakit malas.
Mereka lahir, hidup dan mati dalam kesia-siaan. Mereka tidak meninggalkan cerita.
Maka jadilah penghuni surga.
Amiiiin...
Semoga kita semua menjadi penghuni surga..
TerimaKasih... Namaste
Rabu, 11 April 2012
Makna Sukses
Seorang teman menyapa, “Apa kabar, sudah
sukses sekarang?”
Apakah
definisi sukses menurut anda?
Seorang
kerabat berpendapat, bahwa sukses adalah sehat, punya penghasilan bagus
sehingga bisa memberi zakat infaq shadaqah, perkawinan yang bahagia, punya
anak-anak yang sehat, sekolahnya bagus, anak bisa menikah dengan pasangan yang
bibit bebet bobot bagus dan seterusnya dan seterusnya.
Pendapat
kerabat ini merupakan pendapat yang umum di masyarakat. Seorang teman
dinasehati kerabatnya agar kompak biar bisa dikaruniai anak. “Kalian tak kompak, tak sejalan sih makanya belum juga dikaruniai
anak,” demikian nasehat kerabat yang bermaksud baik itu. Namun kerabat yang
memberi nasihat bahwa anak adalah segala-galanya, anak adalah sumber
kebahagiaan itu terbebani oleh anak-anaknya yang narkoba. Anak-anak beliau yang
narkoba itu tak mau sekolah, tak mau bekerja padahal usia sudah di atas 21
tahun, bahkan ada yang sudah menikah dan punya anak. Anak dan cucunya justru
merupakan beban bagi beliau karena tak mandiri padahal sudah dewasa
Apakah
Bunda Theresia tak sukses? Apakah Thich Nhat Hanh tak sukses? Apakah Ajahn
Brahm tak sukses? Apakah Paramhansa Yogananda tak sukses? Jalan hidup orang
berbeda-beda. Tak semua orang bisa memiliki anak biologis. Namun Paramhansa Yogananda
dipuji oleh Bapaknya sebagai orang yang memiliki banyak anak, lebih banyak dari
delapan anak Bapaknya. Anak tidak harus anak biologis. Offspring, karya hasil
kerja keras seseorang bisa dikatakan sebagai “anak”. Pramoedya Ananta Toer tak
dikenang karena anaknya, Bethoven tak dikenang karena anaknya, Bung Karno juga
tak dikenang karena anaknya. Gus Dur dikenang karena pemikiran dan tindakannya
yang berpihak pada kemanusiaan, bukan dikenang karena anak-anaknya walau
anak-anaknya mewarisi kebijaksanaan beliau.
Langganan:
Postingan (Atom)
Translate
About Me
- Guruntala
- 🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala
