Tampilkan postingan dengan label Nicholas Carr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nicholas Carr. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 April 2012

Fokus


      Menarik tweet Dewi Lestari, @deelestari,  tentang proses menulis buku terbarunya, Partikel, yang akan launching Friday 13 th April 2012. Dalam rangkaian tweet nya Dee menulis bahwa selama penulisan buku Partikel  Dee hidup bagai hermit. Pantas dalam tweet beberapa bulan lalu Dee tak tahu tentang slurpee, minuman yang populer di Sevel, 7 eleven, yang laris sebagai tempat kongkow di tempat-tempat strategis di Jakarta. Selama penulisan Partikel, Dee tak menerima undangan talk show di tv-tv. Mengurus suami dan anak-anak tetap, namun tak sempat memasak spesial untuk suami. Ini contoh pentingnya fokus. Dengan fokus, penulisan buku Partikel setebal 500 an halaman dapat diselesaikan dengan sukses.

      Dalam buku The Sh@llows, Nicholas Carr menuliskan hasil penelitian tentang orang yang membaca buku tercetak dengan yang membaca buku di internet. Ternyata membaca buku tercetak lebih fokus daripada membaca buku di internet. Itu karena internet tidak hanya menghadirkan buku tetapi juga yang lainnya melalui hyperlink informasi di sekitarnya, bahkan di dalam buku itu sendiri.
    
      Kesulitan fokus ini, masih dalam buku The Sh@llows, membuat seseorang yang tadinya kutu buku dan pintar menulis, setelah asyik tenggelam dalam komputer dan internet cukup lama tiba-tiba merasakan perubahan drastis. Intensitasnya dalam membaca buku menurun. Demikian juga dengan konsentrasinya dalam berpikir dan menulis. Seseorang itu merasakan ada perubahan dalam otaknya.

Translate

About Me

Foto Saya
Guruntala
🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala
Lihat profil lengkapku

Followers

Komentar Terbaru

Visitors

free counters