Tampilkan postingan dengan label Anand Krishna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anand Krishna. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Agustus 2013
Menjelajahi Diri bersama Siddhartha
Buku “Seni Memberdaya Diri 2,
Meditasi untuk Peningkatan Kesadaran” ini merupakan salah satu favorit saya
dari sekitar 150 buah buku yang ditulis Bapak Anand Krishna. Buku ini membuat saya sangat terkesan karena sangat indah...
Buku ini merupakan re-rendering
kisah Siddhartha karya seorang
Master, Herman Hesse.
“Saya tidak sedang bercerita
tentang Siddhartha yang lahir dan mati kurang lebih 500-an tahun sebelum
Masehi, sebagaimana diriwayatkan oleh Hermann Hesse. Saya ingin bercerita
tentang Siddhartha yang masih hidup dan berada di tengah-tengahkita. Dan untuk
itu, saya meminjamkan “nyawa” saya kepadanya. Siddhartha yang akan Anda jumpai
adalah Siddhartha yang masih hidup. Pengalamannya masih sangat
relevan.”...halaman 7
“Latihan-latihan dalam buku ini
bersumber dari berbagai tradisi – sufi, yoga, tantra dan lain sebagainya.
Sumber inspirasi utama adalah Osho.
Selanjutnya, sistematika latihan-latihan ini serta penyusunannya sangat
dipengaruhi oleh pengalaman batin “Siddhartha”, tokoh utama dalam buku Hermann Hesse. Dan oleh karena itu,
kepada Osho dan Hermann Hesse, kupersembahkan karya ini.”...halaman 6
“Sesungguhnya, pengalaman batin
Siddhartha juga merupakan pengalaman batin Anda—pengalaman batin setiap
pelancong spiritual. Itu sebabnya, disela-sela karya ini, antara satu tahap dan
tahap yang lain, Anda akan bertemu dengan Siddhartha. Salami dia, sapa dia, dan
yang lebih penting dengarkan pengalamannya. Bersahabatlah dengan dia,
bertemanlah dengan dia. Ia bersedia menemani Anda sampai tujuan
akhir.”...halaman 7
“Lewat buku ini saya (Anand
Krishna-noted) mengundang Anda untuk menjelajahi
diri, mengolah diri, dan pada
akhirnya meleburkan diri dalam Kemuliaan
Ilahi. Lewat buku ini, saya mengajak Anda untuk mengikuti jejak Siddhartha.
Undangan telah saya sampaikan. Janji yang pernah saya berikan telah saya
tepati. Selanjutnya terserah Anda!”...halaman 7
Buku pertama adalah kisah
Siddhartha mencari jati diri. Kisah Siddhartha, putra seorang pendeta yang
saleh, menjadi seorang Samana, lalu pertemuannya dengan Gotama Buddha.
Buku kedua adalah kisah Siddhartha mengolah
diri. Bagaimana Siddhartha bertemu Kamala, seorang wanita penghibur terkenal di
kota. Siddhartha belajar seni bercinta dari Kamala. Cerita berlanjut dengan
kisah Siddhartha di tengah keramaian dunia dan berada dalam lautan samsara.
Buku ketiga adalah kisah
Siddhartha menggapai kesadaran. Bagaimana Siddhartha belajar dari sungai,
belajar dari tukang tambang yang bijak, hingga pertemuannya kembali dengan
Govinda, sahabat masa kecilnya.
“Siddharta baru menyadari
ketololannya. Menjadi Samana dan belajar menguasai panca indra, dan lain-lain,
sesungguhnya tidak membantu. “Ah, itu sebabnya aku harus bertemu dengan Kamala
dan Kawiswami,” pikirnya, “untuk belajar melepaskan mind, untuk membebaskan diri dari alam bawah sadar, untuk
terlepaskan, terbebaskan dari arogansi yang disebabkan oleh pengetahuan yang
terakumulasi selama bertahun-tahun.”...halaman 196
“Siddhartha yang lama, yang
berpengetahuan tinggi, yang sibuk mencari, kini mati sudah. Dan Siddhartha yang
lahir kembali sangat polos, lugu, tidak mencari sesuatu apa pun.”...halaman 196
“Ya, ia bisa belajar banyak dari
sungai. Hari itu, ia memperoleh pelajaran yang baru. Sungai tidak pernah
berhenti mengalir. Ia mengalir terus. Dan setiap aliran adalah aliran yang
baru. Tidak terjadi pengulangan. Kendati demikian, sesungguhnya sungai itu
tidak pernah kemana-mana. Ia selalu ada di sana. Siapa yang dapat memahami rahasianya?
Siddhartha tidak dapat memahaminya dan tidak
ingin memahaminya. Ia hanya mengamati sungai itu. Ia sudah berhenti mengambil
kesimpulan.”...halaman 197.
Indah banget...Intinya buku ini
wajib dimiliki, dibaca, latihan dalam buku ini dipraktekkan ;p Bila ingin
melatih diri dengan latihan seperti dalam buku ini, silakan menghubungi Anand Ashram.
TerimaKasih... Namaste _/l\_
DATA BUKU:
Judul: Seni Memberdaya Diri 2,
Meditasi untuk Peningkatan Kesadaran
Penulis: Anand Krishna
Tebal: xvi + 242 halaman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka
Utama, 1999
Kamis, 09 Mei 2013
Peluncuran Buku "Alpha & Omega Spiritualitas"
Hari ini, Kamis 9 Mei 2013, saya
baru menghadiri launching buku “Alpha
& Omega Spiritualitas” karya Bapak Anand
Krishna di Gramedia Matraman pukul 14.00. Buku “Alpha & Omega
Spiritualitas” ini merupakan apresiasi atas kitab agung dari tradisi Sikh,
Japji, syair-syair indah dengan pembahasan yang dikaitkan dengan konteks
kekinian dimana sejarah terus berulang,
dimana agama dijadikan alat untuk penguasa.
Acara peluncuran buku ini dibuka
dengan lagu penuh semangat dari The Torchbearer, kelompok anak muda Anand
Ashram. Kemudian Bapak HS. Dillon,
Utusan Khusus Presiden RI untuk Penanggulangan Kemiskinan, memberikan pidato
sambutan atas diluncurkannya buku yang membahas Japji untuk Orang Modern ini.
Kutipan dari pidato sambutan Bapak
HS. Dillon:
“Sebagai Sikh, sekaligus orang Indonesia, saya sangat menghargai upaya menerjemahkan Japji, yaitu bagian penting dari kitab suci Umat Sikh, Shri Guru Granth Sahib, sekaligus merupakan bagian dari doa harian yang diwajibkan bagi Umat Sikh...Anand Krishna lewat karya-karyanya, pemikirannya, dan aktivitasnya mencerminkan pesan universal para Guru Sikh. Dia berjuang melawan ketidakadilan, diskriminasi, dan berbagai penyakit sosial lainnya dalam bentuk nyata. Baginya, beragama bukanlah tetap bertapa tatkala kehidupan kemasyarakatan terus bergolak. Inilah semangat perjuangan Sikh yang ditanamkan para Guru.”
Setelah pidato sambutan dari
Bapak HS. Dillon, acara bedah buku dimulai dengan pembicara; Bapak Manmohan Singh dari Komunitas Sikh,
Bapak Zuhairi Misrawi –Tokoh Muda
NU, Bapak Gede Merada- Pengusaha,
dengan moderator Ibu Hj. Norma Harsono.
Zuhairi Misrawi mengawali bedah
buku “Alpha & Omega Spiritualitas” ini dengan mengutip kata-kata hikmah
dari Imam Ali, “ Kebajikan adalah harta karun orang mu’min.” Untuk itu carilah
kebajikan dimana-mana di segala penjuru bumi. Banyaklah membaca kitab-kitab
kebajikan antara lain kitab “Alpha & Omega Spiritualitas” dari ajaran Sikh
ini.
Mengapa negeri ini mengalami
krisis berkepanjangan, seperti munculnya sosok seperti Fathanah? Karena negeri
ini krisis kebajikan (virtue).
Imam Ali mengatakan “ Musuh
manusia adalah kebodohan dan ketidak-tahuan.” Karena kebodohan dan
ketidaktahuan, maka manusia sering menyerang kelompok lain seperti menyerang
kelompok Ahmadiyah.
Penulis novel terkenal “Pelangi Melbourne” ini menutup pembahasannya dengan, “Islam rahmatan lil alamin, Islam
yang ramah pada setiap perbedaan ciptaanNya menjadi tanggung jawab setiap pribadi muslim.”
Pak Gede Merada menekankan
pentingnya banyak membaca sehingga bisa mengapresiasi kearifan dari tradisi dan
kepercayaan dari komunitas-komunitas lain.
Bapak Manmohan Singh mengutip
ajaran Sikh “Bila seseorang dapat mengendalikan pikiran maka dia bisa
mengendalikan jagad raya.”
Moderator Ibu Norma Harsono
menutup bedah buku “Alpha & Omega Spiritualitas” ini dengan menceritakan pengalaman
beliau saat berkunjung ke kuil Komunitas Sikh Indonesia, Gurudwara di daerah
Pasar Baru Jakarta. Gurudwara terbuka untuk setiap orang dari kepercayaan
manapun. Setiap pengunjung akan disuguhi makanan yang dimasak oleh sukarelawan Komunitas
Sikh. Seorang Ibu berkata kepada Ibu Norma, ”Makanan seperti ini tidak ada di
tempat lain.” “Masa sih,” pikir Ibu Norma yang jago masak ini. “Makanan ini
nikmat karena berkah seorang guru,” demikian penjelasan Ibu dari Komunitas Sikh
yang menohok Ibu Norma.
Makanan yang disajikan di
Gurudwara Sikh memang sangat nikmat karena berkah seorang guru. Kasih seorang
guru melintasi waktu. Berkah seorang guru yang sudah meninggal 500 tahun lalu
masih dirasakan oleh komunitas Sikh hingga saat ini.
Penghormatan dan merasakan
berkah dari seorang guru merupakan hal yang perlu diteladani dari Komunitas
Sikh,” demikian kata penutup dari Moderator Ibu Hj. Norma Harsono.
Acara ditutup dengan sekapur sirih
dari Ketua Komunitas Sikh Indonesia, pemberian cendra mata oleh Ketua Yayasan
Anand Ashram, dr Sayoga kepada semua pembicara, dan ditutup dengan foto bersama
para pembicara bersama pengurus Yayasan Anand Ashram.
“Aku terkesan dengan acara ini.
Ternyata dokter Chiropractic ku, dr Janfrional bisa menyanyikan lagu tradisi
Sikh “Wahe Guruji Bolo” dengan merdu, “ kata Ibu Nathalia yang datang dari Bandung
untuk menghadiri peluncuran buku ini.
Mari beli bukunya “ Alpha &
Omega Spiritualitas” yang membahas Japji untuk orang modern. Mari membaca dan
menyelami kearifan yang tersebar di buku ini. Semoga kita semua menjadi
orang-orang arif. Amiiin. Terimakasih_/l\_
Rabu, 08 Mei 2013
Bila Fitnah Merajalela
Kitab suci menyatakan bahwa
fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Orang akan berpikir-pikir dulu untuk
melakukan pembunuhan. Bila ketahuan, bisa mendapatkan hukuman mati. Bila
menyebarkan fitnah, apa hukumannya? Kecuali bila yang difitnah adalah orang
yang berkuasa dan berduit. Orang yang menfitnah akan disomasi, mungkin
digebukin sampai kapok oleh tukang pukul, dan bisa penjara beberapa tahun.
Padahal fitnah lebih kejam
daripada pembunuhan...
Ketika Jaksa Agung Baharuddin Lopa
meninggal, beredar issue bahwa beliau
meninggal di racun. Tentu pihak yang berkepentingan membunuh beliau adalah
pihak yang akan mendapatkan hukuman berat akibat pelanggaran hukum yang
merugikan masyarakat banyak. Jaksa Agung Baharuddin Lopa meninggal dengan nama
harum. Beliau adalah contoh penegak hukum yang berani menegakkan keadilan tanpa
pandang bulu. Jaksa Agung Baharuddin Lopa adalah teladan bagi pejabat dan
penegak hukum karena beliau menolak gratifikasi dalam bentuk apapun, beliau
hidup sangat sederhana.
Bagaimana bila Jaksa Agung Baharuddin Lopa “dibunuh”
dengan fitnah ? Misalkan beliau di issue kan
melakukan pelecehan seksual, menerima suap dll. Masyarakat yang akan rugi bila
“memakan” fitnah tersebut. Tidak ada lagi sosok penegak hukum yang berintegritas,
bersih dan dipercaya. Masyarakat yang tidak percaya lagi pada penegakan hukum
akan cenderung main hakim sendiri, karena merasa percuma untuk memproses satu
kasus secara hukum. Hanya akan membuang-buang duit dan waktu saja! Masyarakat
yang kacau tanpa penegakan hukum akan hancur, dan biasanya hanya bisa
dikendalikan oleh pemerintahan militer.
Fitnah lebih kejam daripada
pembunuhan...
Misalkan Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini difitnah. Misalkan
beliau difitnah selingkuh dengan suami orang atau dengan brondong (amit-amit). Beliau dan keluarganya akan
depresi. Masyarakat rugi karena kehilangan sosok pejabat teladan seperti Ibu
Tri Rismaharini. Masyarakat akan kehilangan pejabat yang mendedikasikan
hidupnya untuk melayani rakyat, kehilangan pejabat yang hidup sederhana dan
menolak gratifikasi...
Demikian pula bila pejabat yang
bagus seperti Jokowi dan Ahok difitnah. Masyarakat yang akan rugi karena kehilangan
pejabat yang berintegritas.
Fitnah lebih kejam daripada
pembunuhan. Sebab itu kitab suci mengajarkan, bila ada berita yang sampai pada
kita harap diperiksa dulu kebenarannya. Jangan sampai kita berbuat zalim kepada
orang yang tidak bersalah. Dan bersikap adil lah kepada siapapun tidak pandang
bulu.
Sikap adil adalah syarat utama
masyarakat madani atau sipil. Para
penegak hukum dan media harus berlaku adil demi kelangsungan masyarakat madani. Bila penegak hukum menerima
gratifikasi, pemilik media tidak adil, kehancuran masyarakat sudah bisa
ditebak. Masyarakat yang tidak adil akan menjadi bangsa budak atau menjadi
masyarakat di bawah pemerintahan militer.
Masyarakat umum tampaknya
biasa-biasa saja ketika Pak Anand Krishna difitnah dan kemudian dipenjara. Karena
banyak media tidak berlaku adil dengan pemberitaan yang memihak. Padahal fitnah
lebih kejam daripada pembunuhan. Satu masyarakat bisa hancur karena fitnah.
Tahukah masyarakat bahwa Bapak Anand Krishna menemukan metode ampuh
untuk menyembuhkan kecanduan pada narkoba, obat-obat anti depresi, trauma
berkepanjangan.
Punya kerabat yang anaknya
narkoba? Langit seakan runtuh bila anak kecanduan narkoba. Anak akan hancur
hidupnya, tidak mau belajar, tidak mau bekerja, butuh duit terus-terusan untuk
membeli narkoba. Pecandu narkoba akan melakukan apa saja, menipu, mencuri demi
mendapatkan narkoba.
Suatu kebahagiaan yang luar biasa
bila seorang anak bisa bersih dari kecanduan narkoba. Banyak peserta di Anand Ashram yang sembuh dari kecanduan
narkoba, dan dari kecanduan obat anti depresi.
Pak Anand Krishna telah menulis
sekitar 150 buku dengan berbagai tema. Ada buku yang membahas tentang
kesehatan, tentang pendidikan, tentang budaya, tentang nasionalisme, tentang
apresiasi berbagai ajaran agama dan kepercayaan. Buku beliau bagus sekali untuk
self
empowerment & wellbeing.
Rugi sekali satu bangsa yang
melempar tai pada seorang guru spiritual. Bagaimana mungkin Metro TV
menayangkan cerita Dewi Yogo yang
mendiagnosa bahwa Pak Anand Krishna melakukan pelecehan, melakukan cuci otak
bla bla bla. Tahukah masyarakat bahwa si pakar Dewi Yogo itu bukan seorang
psikiater bukan psikolog klinis, namun
dia berani mendiagnosa orang seperti seorang Psikiater! Dan Metro TV membiarkan
pelanggaran etika jurnalisme, demikian pula dengan TV One. Tayangan pada tv
lain tidak sempat saya tonton.
Silakan klik FreeAnandKrishna.com untuk mengetahui kejanggalan-kejanggalan pada
kasus Anand Krishna. Silakan mendengar rekaman sidang Hakim Albertina Ho dengan saksi-saksi Tara yang absurd. Bila anak gadis anda mengalami
pelecehan seksual, siapa yang mengurus? Anda atau orang lain yang bukan kerabat
bukan sahabat? Yang mengurus kasus Tara ini adalah seorang mafia kasus yang
memberi uang pada saksi-saksi, membiayai operasional penyerangan fitnah,
membayar demo FPI, mencarikan pengacara dll. Ada seorang gadis, yang menurut
visum virgin, tanpa bukti dan saksi mata tampil di TV One mengatakan bahwa dia
dilecehkan. Setelah tampil di TV One baru lah Tara Pradipta Laksmi lapor
polisi. Hmmmm...
Berhatilah-hatilah masyarakat
yang berlaku zalim kepada seseorang yang tidak bersalah. Mau percaya atau
tidak, silakan. Namun kita semua saling terkait. Kehancuran satu bangsa bukan
karena adanya sekelompok penjahat. Namun karena orang-orang baik di negara itu
diam saja atau tidak peduli. Quote Swami
Vivekananda dan Edmund Burke ini
relevan dan terbukti benar.
TerimaKasih... Namaste _/l\_
Selasa, 09 April 2013
Afirmasi pada Neo Kundalini Yoga
Beruntung banget saya bisa ikutan retreat "Kundalini Yoga" di OE Retreat Ciawi... Kalo menunda-nunda, tak bakal kejadian...
Perlu banget yoga untuk saya pada usia menjelang 50 tahun. Saya perhatikan para praktisi yoga tidak bungkuk, berjalan dengan anggun pada usia 60-70-80 tahun. Kebetulan saya bermasalah dengan tulang punggung, pernah jatuh saat bayi. Namun badan kaku yang tidak dilatih akan menjadi semakin kaku. Orang yang badannya tidak lentur parah banget kalo jatuh...
Seorang dokter chiropractor, dr Janfrional, menyatakan bahwa kundalini yoga di Anand Ashram sangat aman. Praktek yoga yang tidak memperhatikan keamanan dan kenyamanan praktisi bisa menyebabkan keretakan tulang punggung. Mengerikan sekali, jadi perlu banget untuk mencari latihan yoga yang aman untuk kita...
Rangkaian latihan Kundalini Yoga di Anand Ashram adalah rangkaian latihan yang dipilih oleh Bapak Anand Krishna. Sebelum memulai latihan Kundalini Yoga, alangkah baiknya membaca buku "Neo Kundalini Yoga" yang ditulis oleh Bapak Anand Krishna. Yoga bukanlah sekedar gerak badan agar badan lentur dan seksi , namun satu upaya utk mempersiapkan badan untuk mengakses kesadaran yang lebih tinggi... Kundalini Yoga adalah satu upaya agar manusia bisa bangkit dari kesadaran hewani, menuju kesadaran cinta dan lanjut ke kesadaran ilahi...
Indah sekali rasanya mulai duduk hening pukul 5 pagi di Aula As Salam OE... Life is sooo beautiful, we often neglect the beauty of life... Langit biru, sinar hangat mentari, daun-daun menyapa, bunga2 tersenyum, burung bernyanyi... Kita mengabaikan keindahan di sekitar kita karena terlalu banyak pikiran dan ambisi...
Afirmasi pada putaran pertama yoga membuat saya tertonjok. "Aku bertanggung jawab penuh atas hidupku ini"...
Terlalu sering saya menyalahkan orang tua, suami, teman, penceramah dalam hidup ini. Padahal saya yang bertanggung jawab penuh atas hidupku ini.
Bila ada perkumpulan yang membuat saya tak berdaya, saya lah yang harus meninggalkan perkumpulan itu. Bukannya dengan tolol menyalahkan kelompok itu. Saya sebagai manusia, sebagai wanita harus berdaya. Sering sekali saya mendengar penceramah yang menghimbau agar wanita harus menurut pada suami. Kalau suami baik, okelah kita jadi istri penurut. Bagaimana bila suami memperlakukan kita sebagai penjaga rumah, tak peduli dengan kesehatan kita lahir batin, apakah kita harus patuh? Saya mengenal beberapa ibu yang sangat patuh pada suami yang sewenang-wenang. Kemudian ibu tersebut melimpahkan ketidak-bahagiaannya pada anak dan mantu. Ibu seperti itu menjadi cobaan berat bagi anak keluarganya...
Aku bertanggung jawab penuh atas hidupku ini... Ya, sangat tolol untuk menyalahkan suami atas kesusahan kita. Bila suami menindas kita, memperlakukan kita dengan sewenang-wenang, kita lah yg harus bertindak. Bila musyawarah tidak mencapai mufakat, saatnya untuk menempuh jalan masing-masing...untuk kesehatan dan kebahagiaan lahir batin...
Aku bertanggung jawab penuh atas hidupku ini...
Ya!!! Kita bertanggung jawab penuh atas hidup kita... Janganlah kita sibuk menyalahkan orang lain sehingga lupa bahwa kita lah yg bertanggung jawab penuh atas hidup kita, bukan orang tua, suami, anak, saudara, guru dsbnya.
Saya mengenal seorang Ibu yg menyalahkan seorang Guru Spiritual karena usaha "kue goreng" dia sebanyak 2 gerobak bangkrut. Ibu ini marah dan dendam sehingga dia ikut serta dalam "penyerangan" terhadap guru spiritual ini dengan mengaku-ngaku dipegang payudara. Usaha kue goreng bangkrut lalu menyalahkan guru spiritual. Ketika suaminya sembuh dari kecanduan judi kok tidak menyalahkan guru spiritual tersebut. Ketika mendapatkan pengetahuan, skill, network, kesadaran, kok tidak menyalahkan guru spiritual tersebut...
Begitulah kita manusia, mau enaknya saja. Karena kita memiliki reptilian brain pada otak kita. Reptilian brain mengutamakan kenyamanan, demi kenyamanan bisa membunuh, bisa melakukan apa pun...
Bila kita tak mau dijajah oleh reptilian brain, marilah kita berjuang dengan mempraktekkan yoga...kundalini yoga. Semoga kesadaran kita meningkat, dari kesadaran hewani meningkat ke kesadaran manusiawi dan semoga bisa mencapai kesadaran ilahi...amiiin
Yang berminat mengikuti latihan Neo Kundalini Yoga bisa klik www.anandashram.or.id atau www.oneearthretreat.com
TerimaKasih, Namaste _/l\_
Langganan:
Postingan (Atom)
Translate
About Me
- Guruntala
- 🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala

