Tampilkan postingan dengan label Meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meditasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Mei 2013
Kutukan Memori: dari buku "Sybil" Kisah Nyata Seorang Gadis dengan 16 Kepribadian
Lanjut tentang “Berkah Melupakan”.
Bisa melupakan merupakan berkah besar dalam hidup, bisa melupakan tidak berarti
lupa ingatan ya qiqiqiqi...
Sudah baca buku psikologi
terkenal “Sybil” Kisah Nyata Seorang Gadis dengan 16 Kepribadian
karya Flora Rheta Schreiber ? Saya
membaca edisi terjemahan Indonesia yang diterjemahkan Prof. Sarlito Wirawan
Sarwono.
Dr Wilbur, psikiater yang merawat
Sybil membuktikan bahwa perpecahan kepribadian pada Sybil dan enam pasien lain
yang dirawatnya merupakan gejala histeria yang timbul sebagai reaksi terhadap
lingkungan keluarga yang picik, serba mengharamkan, kejam dan tidak memberi
peluang untuk jalan keluar.
Karena yakin pada diagnosis
histeria, Dr Wilbur percaya bahwa penyakit Sybil yang sudah dideritanya sejak
ia berumur dua setengah tahun, dapat disembuhkan dan akhirnya setelah berusaha
sebelas tahun lamanya, pribadi-pribadi Sybil itu memang dapat dipersatukannya.
Nah, salah satu dari 16
kepribadian Sybil ini bernama Victoria Antoinette Scharleau yang fasih
berbahasa Perancis...
Mengapa Victoria atau Vicky jago
berbahasa Perancis, suka seni, berbudaya, suka membaca, suka batu permata? Mengapa
Vicky tidak jago berbahasa Timbuktu tapi jago berbahasa Perancis?
Siapa di antara kita yang lahir
dari lingkungan sempurna dalam arti orang tua yang harmonis, ibu bapak yang tak
punya gangguan kepribadian, mempunyai saudara yang baik-baik semuanya? Mungkin
lebih banyak yang lahir dari keluarga yang bermasalah ya, dengan rentang
masalah kecil hingga berat. Seperti Iwan
Setyawan pada buku dan filmnya 9 Summers
10 Autumns. Walau Ibu dan Bapaknya penyayang toh dia tumbuh dengan banyak
masalah. Dari masalah kemiskinan, masalah pengharapan bapaknya akan anak pria
yang macho, masalah kecengengan Iwan
kecil yang mengecewakan bapaknya. Menurut saya, rata-rata kita tumbuh dengan
keluarga bermasalah, sedikit atau banyak. Lalu mengapa kebanyakan dari kita tidak berkepribadian
ganda? Mengapa kita tidak bisa berbahasa Perancis saat tidak sadar / kesurupan?
Tak mungkin kita berbicara atau
membayangkan sesuatu yang tidak ada di memori kita. Misalkan saya bisa
mengetahui cerita Harry Potter karena saya baca buku dan filmnya. Tak mungkin
saya bisa bicara tentang Harry Potter bila belum pernah punya memori
tentangnya. Banyak informasi pada memori kita karena interaksi dengan orang-tua
atau teman, bisa dari buku, dari film, dari radio, dari peristiwa yang kita
lewati.
Misalkan saya sedang meracau
tidak sadar, saya tidak akan tiba-tiba berbahasa Timbuktu. Karena saya tidak
punya memori tentang Timbuktu. Nah, si Sybil sebagai Vicky bisa fasih berbahasa
Perancis karena Sybil pernah hidup sebagai orang Perancis pada masa kehidupan
sebelumnya.
Syukurlah bila memori-memori
usang bisa dihapus. Bayangkan bila kita mengingat semua peristiwa mulai dari
bayi. Bisa depresi berat kita. Bila ditanyakan pada saya, saya makan apa pada Senin
siang minggu lalu, saya pasti lupa. Syukurlah lupa, coba kalau ingat qiqiqi.
Betapa berat hidup dengan membawa banyak sampah pikiran. Bisa punya banyak
kepribadian seperti Sybil hiiiii...
Saya sendiri cukup susah untuk
melupakan hal yang mengecewakan saya. Padahal mengingat hal-hal yang traumatis
hanya menyusahkan diri kita. Betapa berbahagia dan beruntung orang yang bisa melupakan
dan memaafkan. Mari menjadi orang yang berbahagia dan beruntung...
Seorang teman tidak mau menonton
film atau datang ke undangan karena kegiatan itu mengingatkannya kembali pada
mantan suaminya. Padahal sudah berpisah dua puluh tahun. Rugi sekali tidak mau
menonton film yang bagus-bagus di bioskop. Ada undangan pernikahan, undangan
selamatan atau undangan apapun selalu dilewatkannya. Sayang banget. Tidak mudah
untuk melupakan...
Seorang kerabat hidup dengan
trauma masa kecilnya sebagai anak yang diabaikan. Hingga usianya mencapai
separuh baya, dia terus mencari pengakuan bahwa dia seorang hebat dan perlu
diperhatikan. Perjalanan mencari pengakuan ini membuat dia dikelilingi oleh
teman-teman yang memanfaatkan dirinya. Hingga berusia 50 tahun dia tidak bisa
menabung karena teman-teman di sekelilingnya mengangkat-angkat dirinya sambil
memeras harta dia. Si kerabat ini tidak sadar mengapa dia selalu dikelilingi
oleh parasit-parasit hidup.
Itulah mengapa kita perlu meniti
jalan ke dalam diri agar kita sadar. Banyak sekali kekeliruan-kekeliruan dalam
hidup kita karena kita abai , karena kita kurang sadar.
Untuk latihan katarsis agar menghilangkan
trauma, kecanduan, memori yang membebani silakan ikut latihan Self Empowerment & Wellbeing di Anand Ashram. Mari memberdaya diri,
mari meniti jalan ke dalam diri, mari menjadi orang sehat, senang, sadar,sukses
slalu *smile
Terimakasih... Namaste _/l\_
Sabtu, 27 April 2013
Berkah Lupa: dari novel "The Opposite of Fate"
Syukur sekali ada mekanisme lupa pada otak kita. Kalau tidak,
hidup kita akan terus menerus dilanda depresi, kemarahan, trauma, sakit jiwa...
Novel biografi Amy Tan “The Opposite of Fate” menceritakan
bagaimana hidupnya sangat dipengaruhi oleh seorang ibu yang penuh trauma.
Ibunya Amy Tan, Daisy, trauma karena menyaksikan ibu kandungnya bunuh diri saat
Daisy masih balita. Sepanjang hidupnya dia ingin diyakinkan bahwa dirinya
dicintai. Daisy juga mempunyai perilaku sebagai ibu yang bermasalah. Daisy suka
mengancam untuk bunuh diri, pernah menjatuhkan diri dari mobil saat mobil
sedang melaju di jalan tol. Bila ibunya merasa tidak bahagia, maka ibunya akan
memutuskan untuk pindah rumah, berharap
akan ada kebahagiaan di rumah baru. Dengan demikian Amy Tan berkali-kali pindah
sekolah karenanya .
Begitu ibunya terserang penyakit
lupa, Ibunya menjadi bahagia. Dia bercerita bahwa Amy adalah anak baik dsbnya.
Ibunya bisa bercerita hal-hal yang membahagiakan walau kebanyakan ceritanya adalah cerita khayalan. Bisa melupakan ternyata membuat seseorang
menjadi bahagia.
Ada seorang teman yang sebenarnya
sangat baik hati dan suka menolong orang. Sayang sekali, dia “pengingat” yang
baik. Ketika dia tersinggung, dia tidak lupa hingga bertahun-tahun.
Bertahun-tahun setelah tersinggung, dia masih saja menulis status di socmed yang menghujat pihak yang
membuatnya tersinggung. Karena dia masih mengingat kejadian pada tahun rikiplik
itu...
Seandainya kita bisa melupakan
peristiwa buruk, seandainya saya bisa melupakan peristiwa buruk... kehidupan
menjadi lebih happy. Sering saya
mendengar kata-kata, “Saya bisa memaafkan tapi tidak bisa melupakan”. Qiqiqi...
sama aja bo’ong..
Bila ada peristiwa yang ingin
kita ingat, sebaiknya kita tulis di diary.
Agar tidak membebani otak kita untuk mengingat ini itu. Barang-barang di rumah
saja sering harus disortir agar rumah lega tidak penuh barang, memori di otak
kita pun demikian.
BB saja perlu sering di “clean memory”. Kudu dihapus chatting dan gambar-gambar yang terlalu
banyak agar BB tidak hang. Demikian pula dengan otak kita.
Memori kudu disortir agar otak tidak hang...
Perhatikan orang gila. Orang gila
tidak menderita penyakit psikosomatis karena dia “lupa”. Sakitnya orang gila hanya
seputar penyakit infeksi.
Luar biasa mekanisme alam
semesta. Lupa adalah anugerah. Bila seseorang sakit badan tak tertahankan, dia
akan pingsan/koma. Otak tidak akan merekam kesakitan yang luar biasa itu.
Seseorang yang memiliki masalah yang tidak tertanggungkan oleh pikiran, akan
dianugerahkan “hilang-ingatan”.
Perhatikan wajah kita bila sedang
banyak pikiran. Muka kusut mencerminkan kusutnya pikiran di kepala. Untuk itu
perlu katarsis dengan segala macam
cara. Bisa dengan berteriak-teriak, memukul-mukul bantal, menulis, menangis,
tertawa, banyak hal. Bila kita menumpahkan kekesalan kita pada orang lain,
masalah bisa bertambah panjang dan membuat pikiran tambah kusut.
Walau lupa adalah anugrah, kita
tak mau dong jadi orang hilang
ingatan. Harapan kita kan bisa berguna hingga akhir hayat. Untuk menghindarkan
trauma menumpuk, pikiran kusut, mari kita melakukan katarsis.
Katarsis bisa menghilangkan
kecanduan narkoba, obat-obat anti depresi, kecanduan rokok dll. Untuk panduan
katarsis sekaligus latihan untuk memberdaya diri silakan menghubungi AnandAshram.
Terimakasih... Namaste _/l\_
Minggu, 21 April 2013
Peringatan ARB kepada Anas Urbaningrum
Menarik wawancara wartawan Harian
Jakarta Post dengan Anas Urbaningrum. RT @jakpost: I asked SBY to stop
engineering my case: Anas http://t.co/fgcnITa6zA
Saya bukan pro Anas atau SBY.
Namun cerita Anas disini menarik. Aburizal Bakrie mengirimkan BBM pada Anas,
“Nas, be careful. Don’t end up like Anwar Ibrahim”.
“Nas, berhati-hatilah. Jangan
sampai bernasib sama dengan Anwar Ibrahim”.
Kita tahu bagaimana Anwar Ibrahim
dibungkam lawan politiknya, Mahathir Muhammad, dengan tuduhan pelecehan
seksual. Tuduhan mau benar atau tidak, yang penting tertuduh dibungkam, dibuat
repot dengan masalah hukum. Waktu, perhatian dan uang tertuduh terkuras dalam
menghadapi masalah hukum. Ketika masalah hukum selesai, si pembungkam sudah
menang dalam pertarungan politik.
Rekayasa pembunuhan agak sulit.
Harus membunuh orang, harus mencari sniper,
harus mencari koordinator lapangan yang teliti agar pembunuhan tidak meleset.
Merekayasa kasus pelecehan seksual sangat mudah. Tokoh Wikipedia, tokoh politik
Perancis, juga Anand Krishna dibungkam dengan kasus rekayasa pelecehan seksual.
Kasus rekayasa pelecehan seksual tidak perlu bukti, tidak perlu saksi mata,
hanya perlu mencari 5 wanita yang bisa berbicara. Dengan modal mulut, pria
korban rekayasa bisa dikirim ke penjara.
Kasus rekayasa pelecehan seksual
juga akan didukung oleh sebagian besar aktivis perempuan. Bagi sebagian aktivis
perempuan, wanita yang melaporkan tuduhan pelecehan seksual pasti benar.
Padahal sejarah mengenal Zulaikha, wanita pendendam yang menjebloskan Nabi Yusuf
ke penjara. Ada Hindun yang sangat kejam, ada istri Abu Lahab si pengadu domba
yang licik.
Belum lama ini Pakar Hipnosis dan
NLP Willy Wong @wlywong menulis di twitter bahwa ekspresi Adi Bing Slamet dan
Arya Wiguna di video “Demi Tuhan” mengindikasikan ketidak-jujuran. Bila mau
menghancurkan nama seseorang, cukup mencari orang-orang pendendam seperti Adi
Bing Slamet dan Arya Wiguna. Karena ditayangkan di tv-tv berulangkali setiap
hari, masyarakat umum akan mempercayai sebuah kebohongan sebagai satu
kebenaran.
Ada buku yang sangat menarik
berjudul “Meditasi Lilin” tulisan Psikiater Prof. Ni Luh Suryani. Buku yang
diterbitkan oleh Pustaka Populer Obor ini mengajarkan meditasi lilin agar intuisi
kita berkembang. Dengan melihat mata seseorang, kita bisa merasakan emosi
seseorang, apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak. Mata adalah jendela jiwa, mata tidak bisa
bohong.
Btw, Prof. Ni Luh Suryani menjadi
saksi yang meringankan Anand Krishna pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Menurut Psikiater yang berpengalaman menghadapi wanita-wanita yang mengalami
kekerasan seksual ini, seseorang yang benar-benar mengalami pelecehan seksual
tidak akan bisa tampil santai sebagaimana penampilan Tara di tv-tv. Untuk
mendengarkan rekaman sidang sila klik FreeAnandKrishna.com
Selain artis yang jago akting di
sinetron, ada juga jago-jago akting pada
acara talkshow di tv-tv kita. Seorang
teman tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikan seorang ibu mengaku dipegang
payudara oleh seorang guru spiritual. Teman saya ini, Lani, jago banget baca
ekspresi wajah seseorang. Kadang seseorang tidak bisa akting secara persistent di tv. Saya terkejut saat
melihat penampilan Tara dan Sumidah di TV One saat episode yang menghadirkan
Ridwan Saidi. Spontan Tara dan Sumidah menampilkan wajah riang saat diminta
Ridwan Saidi untuk memperagakan contoh latihan di Padepokan Anand Ashram.
Semoga kita semua tidak tertipu
oleh jago-jago akting di sekitar kita sehingga menghujat orang yang tidak
bersalah. Amiin
Kita semua saling terhubung.
Menegakkan keadilan untuk satu manusia sama dengan menegakkan keadilan untuk
satu masyarakat. Free Anand Krishna for Justice. Please klik www.FreeAnandKrishna.com
TerimaKasih...Namaste _/l\_
Foto ARB-Anas berasal dari antaranews.com
Rabu, 17 April 2013
Bangsa Pendendam yang Mudah di Adu Domba
Sejarahwan JJ Rizal
dalam satu tweetnya mengatakan bahwa Belanda bisa berkuasa selama 350 tahun karena
mereka melakukan adu domba.
Budayawan Sujiwo Tedjo menulis dalam bukunya Jiwo J#ncuk tentang temuan Indra Birowo bahwa masyarakat Indonesia itu dekat dengan dendam dan membalas dendam. Makanya banyak sekali kasus anak bunuh bapaknya sendiri, anak bunuh majikan dansebagainya. Indra Birowo adalah aktor yang pernah menggarap film pendek seputar dendam dalam kehidupan.
Budayawan Sujiwo Tedjo menulis dalam bukunya Jiwo J#ncuk tentang temuan Indra Birowo bahwa masyarakat Indonesia itu dekat dengan dendam dan membalas dendam. Makanya banyak sekali kasus anak bunuh bapaknya sendiri, anak bunuh majikan dansebagainya. Indra Birowo adalah aktor yang pernah menggarap film pendek seputar dendam dalam kehidupan.
Hmm... Bangsa yang pendendam dan mudah di adu domba...
Peristiwa tragis Gerakan 30 September 1965 masih menyisakan trauma bagi para korban. Sekitar 800 ribu orang dibunuh, dipenggal kepala atau ditembak. Bahkan guru-guru yg berkualitas maupun orang-orang yang sebenarnya tak berkaitan dgn PKI ikut terbunuh karena laporan orang yang tak suka pada mereka... Tragis sekali, belum penderitaan keluarga tapol. Tiba-tiba mereka tak bisa jadi pegawai negeri, pegawai bumn apalagi jadi anggota ABRI. Akses ekonomi mereka pun dibatasi.
Tulisan Iman Brotoseno @imanbr pada blog.imanbrotoseno.com "Pembantaian yang Tidak Tercatat" perlu untuk disimak...
Fakta bahwa Kyai-kyai dibunuh oleh "PKI membuat kalangan Anshor NU marah besar. Kemarahan yang membuat NU terlibat pada pembantaian G30S.
Peristiwa tragis Gerakan 30 September 1965 masih menyisakan trauma bagi para korban. Sekitar 800 ribu orang dibunuh, dipenggal kepala atau ditembak. Bahkan guru-guru yg berkualitas maupun orang-orang yang sebenarnya tak berkaitan dgn PKI ikut terbunuh karena laporan orang yang tak suka pada mereka... Tragis sekali, belum penderitaan keluarga tapol. Tiba-tiba mereka tak bisa jadi pegawai negeri, pegawai bumn apalagi jadi anggota ABRI. Akses ekonomi mereka pun dibatasi.
Tulisan Iman Brotoseno @imanbr pada blog.imanbrotoseno.com "Pembantaian yang Tidak Tercatat" perlu untuk disimak...
Fakta bahwa Kyai-kyai dibunuh oleh "PKI membuat kalangan Anshor NU marah besar. Kemarahan yang membuat NU terlibat pada pembantaian G30S.
Gus Dur dengan jiwa besar telah minta rekonsiliasi dan meminta maaf atas keterlibatan NU pada pembantaian G30S.
Pernahkah terpikir bahwa orang "PKI" yang membunuh Kyai-kyai NU itu bukanlah orang PKI tapi "pihak" yang menggunakan atribut PKI? Mungkinkah pihak “PKI” itu dari kalangan militer? Hal ini terpikir setelah membaca respon pada tulisan di blog Iman Brotoseno. Kalangan NU, yg marah karena Kyai nya terbunuh dengan keji, tanpa berpikir panjang menjadi marah sekali pada PKI.
Itulah tujuan adu domba. Membenturkan dua pihak. Pihak yang sedih dan marah seringkali tidak berpikir jernih lagi. Langsung ngamuk. Hasilnya Anshor NU terlibat dalam pembantaian G30S...
Baru-baru ini saya baru tahu bahwa rumah-tangga seorang teman berantakan karena adu-domba seorang ibu pendendam. Ibu pendendam ini mengipas si istri dengan mengatakan bahwa suaminya dikuras duitnya oleh satu padepokan spiritual. Istri ini percaya karena si ibu penghasut ini teman baik ibunya, dan mantan ibu pejabat. Si suami sangat kesal karena si istri lebih percaya pada orang lain daripada suaminya sendiri. Suami ini orang normal, pikiran dan jiwanya normal. Dia tidak mau ditipu atau diperbudak oleh siapapun. Ketidak-percayaan istri ini membuat mereka bertengkar terus sehingga rumah tangga mereka berakhir dengan perceraian. Luar biasa kan si ibu pendendam ini. Karena dia pernah tersinggung pada satu padepokan, pihak lain tak boleh lagi datang ke padepokan tersebut. Dengan “santai”nya dia mengadu domba sehingga keluarga baik-baik dengan dua anak tersebut menjadi keluarga berantakan.
Contoh orang yang diadu-domba adalah ibu seorang gadis yang
mengaku dilecehkan oleh seorang guru spiritual. “Mulanya saya tersinggung. Oleh
karena itu saya menelpon orang-orang yang sudah keluar dari padepokan itu,”
kata si Ibu pada TV One. “Saya tidak tahu bila anak saya dilecehkan. Saya baru
tahu setelah diberitahu oleh Psikiaternya,” lanjut Ibu tersebut pada TV One.
Padahal Psikiater yang dimaksud, DYP, bukanlah seorang Psikiater, bukan pula seorang
Psikolog Klinis. Dia seorang Doktor Ekonomi yang jago hipnosis. Akun linkedin
si ”Psikiater” ini ditutup karena dia ketahuan ngarang tentang sekolah S1 dan S2
nya.
Sang Mafia kasus yang sudah bertahun-tahun mengincar untuk
membungkam guru spiritual bersangkutan sangat terbantu dengan mantan-mantan
peserta padepokan yang mudah tersinggung dan pendendam. Ibu si gadis dengan
mudahnya terkipas sehingga tidak memperdulikan akal sehat lagi.
Dari film "How
to Hack the Human Brain" diceritakan bahwa cara untuk menguasai
masyarakat banyak adalah dengan mengadu domba antar kelompok...
Agar tak mudah diadu domba, mau tak mau kita perlu tenang,
perlu merenung, perlu tafakur, perlu meditasi. Begitu mendengar satu kabar yang
"mengipas" sebaiknya tidak langsung merespon. Sebaiknya menenangkan
diri dulu. Dan yang terpenting, selidiki dulu apakah benar berita yang sampai
pada kita. Bisa jadi berita itu adalah berita adu domba. Pihak yang bertikai karena
diadu domba, kedua-duanya kalah, pihak yg mengadu domba akan berkipas ria
dengan kipas kemenangan.
Mari berdoa agar kita semua terhindar dari sifat pendendam
dan mudah diadu-domba...Amiin
TerimaKasih... Namaste _/l\_
TerimaKasih... Namaste _/l\_
Kamis, 11 April 2013
Be Aware: from"How to Hack the Human Brain"
Baru saja
nonton serial dokumenter: How to Hack the
Human Brain...
Serial
dokumenter How to Hack the Human Brain
ini dimulai dengan cerita percobaan pada 5 monyet. Lima monyet ini ditempatkan
pada satu tempat seperti ring tinju, trus ada pisang yang diletakkan di tempat
tinggi. Untuk mencapai pisang tsb tersedia tangga. Ketika ada satu monyet yang menaiki
tangga, semua monyet disemprot air sebagai hukuman. Monyet kedua menaiki
tangga, semua monyet kembali mendapat hukuman semprotan air. Para monyet ini menjadi
kapok sehingga tidak ada lagi yang berani lagi menaiki tangga tersebut.
Percobaan berlanjut dengan mengganti salah satu monyet. Ketika monyet yang baru
mau menaiki tangga, empat monyet lain langsung memukul monyet baru itu. Percobaan
berlanjut terus dengan mengganti monyet sehingga 5 monyet di awal percobaan
semuanya telah diganti dengan monyet-monyet baru yang tak pernah merasakan
siraman air hukuman. Namun setiap ada
monyet yang mau menaiki tangga terus digebuki 4 monyet lain...
Percobaan
pada 5 monyet ini menjawab pertanyaan, “Mengapa manusia yang “berbeda” sering
mendapat punishment dari masyarakat
umum ? Karena masyarakat umum ini menyimpan fear
yang tak disadari, yang berlanjut antar generasi...
Serial dokumenter
berlanjut dengan cerita “Human Farming”.
Hmmm... Ternyata "beternak manusia" lebih menguntungkan daripada
beternak hewan. Rata-rata manusia penuh ketakutan... takut lapar, takut sakit,
takut mati, takut miskin, takut menderita, takut tidak diterima, takut tidak
dicintai, takut ini dan takut itu. Dan manusia-manusia
yg penuh fear dapat dikontrol, dapat dipelihara
untuk keuntungan pihak yang berkuasa.
It must be fought for protected and handed on for them to do the same- Ronald Reagan
Bila hanya memperbudak badan, profit hanya sedikit. Ketika memperbudak pikiran, profit menjadi tak terbatas...
Bagaimana cara yang tepat utk "human-farming" ini ditemukan oleh kerajaan Romawi. Beri sedikit kebebasan, sedikit kreativitas, sedikit hasil sehingga manusia bisa diperbudak pikirannya, demi profit pihak yang berkuasa.
Perhatikan kerja mafia. Mafia melindungi kelompok-kelompok tertentu yang kemudian harus membayar setoran. Manusia dipersilakan bertindak sesuai passion nya, setelah itu hasil usahanya dikenai dipajak tinggi...
Bagaimana membuat peternakan manusia ?
1. Education
2. Bikin konflik, adu domba antar kelompok.
It must be fought for protected and handed on for them to do the same- Ronald Reagan
Bila hanya memperbudak badan, profit hanya sedikit. Ketika memperbudak pikiran, profit menjadi tak terbatas...
Bagaimana cara yang tepat utk "human-farming" ini ditemukan oleh kerajaan Romawi. Beri sedikit kebebasan, sedikit kreativitas, sedikit hasil sehingga manusia bisa diperbudak pikirannya, demi profit pihak yang berkuasa.
Perhatikan kerja mafia. Mafia melindungi kelompok-kelompok tertentu yang kemudian harus membayar setoran. Manusia dipersilakan bertindak sesuai passion nya, setelah itu hasil usahanya dikenai dipajak tinggi...
Bagaimana membuat peternakan manusia ?
1. Education
2. Bikin konflik, adu domba antar kelompok.
Dengan
konflik antar kelompok, human farming
tak perlu dikontrol. Konflik antar
kelompok menghemat duit “pembinaan-ternak-manusia” dan semakin menghasilkan profit bagi penguasa.
Bagaimana bila ada manusia yg "sadar" akan adanya human farming ini?
Manusia yang sadar bisa dihancurkan mental emosional nya, disiksa, dibunuh karakternya dll. Ada 1001 macam cara untuk membunuh manusia yg sadar. Antara lain dengan "pembunuhan karakter". Penguasa human farming menguasai media juga. Media terutama tv dapat menampilkan orang baik-baik sebagai orang cabul, orang tak beradab dsb. Dengan demikian, manusia yg sedang diternak menjadi antipati pada manusia yang sadar. Dan penguasa human farming bertepuk tangan tanda kemenangan... Tidak mudah untuk membebaskan manusia dari perbudakan. Budak bisa membunuh dan menyiksa si pembebas...
Bagaimana bila ada manusia yg "sadar" akan adanya human farming ini?
Manusia yang sadar bisa dihancurkan mental emosional nya, disiksa, dibunuh karakternya dll. Ada 1001 macam cara untuk membunuh manusia yg sadar. Antara lain dengan "pembunuhan karakter". Penguasa human farming menguasai media juga. Media terutama tv dapat menampilkan orang baik-baik sebagai orang cabul, orang tak beradab dsb. Dengan demikian, manusia yg sedang diternak menjadi antipati pada manusia yang sadar. Dan penguasa human farming bertepuk tangan tanda kemenangan... Tidak mudah untuk membebaskan manusia dari perbudakan. Budak bisa membunuh dan menyiksa si pembebas...
Satu-satunya
cara agar bisa terlepas dari human farming
ini adalah "awareness". Kesadaran bisa diolah dgn meditasi/tafakkur
20 menit pagi, 20 menit sore setiap hari. Be
Fearless dengan mengolah fear
yang ada dalam setiap diri.
Untuk
mengolah fear, yuk ikutan Program Retreat
"Fear Management" di One Earth Retreat. Be fearless... Let’s celebrate
life!!!
TerimaKasih... Namaste _/l\_
TerimaKasih... Namaste _/l\_
Langganan:
Postingan (Atom)
Translate
About Me
- Guruntala
- 🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala




