Selasa, 23 Oktober 2012

Menikah Lagi ???


Jadi berpikir setelah selesai menonton film Perahu Kertas 2, film yang menarik dan romantis. Ada ya pasangan yang saling mencintai begitu dalam seperti pasangan dalam buku dan film Cintapuccino dan beberapa kisah menarik lainnya. Dalam kehidupan nyata, jarang saya menemukan “cinta-sejati” seperti itu. Bila pacar sudah berpaling/ berpacaran dengan orang lain, biasanya orang berpikir “memang cuman kamu perempuan/laki di dunia ini?” Cari pasangan yang lain deh...hehehe

Seorang teman, Reza yang baru saja menduda mendapati bahwa teman SMA dia ternyata sudah kembali single parent. Reza yang terkenang-kenang “rasa” jatuh cinta yang indah pada Nita saat SMA, memutuskan untuk melamar Nita tanpa pikir panjang. Nita sebenarnya mau saja. Lumayan kan, kebetulan Reza ini hidup mapan. Menarik juga bisa ikutan hidup mapan tanpa bekerja keras untuk memenuhi kehidupan hidup hihihi.

Nita merenungkan alasan Reza mau menikahi dia karena ”merasa” mencintai begitu dalam. Berapa lama “rasa” itu bertahan? Karena “rasa” bisa berubah. Masa bulan madu berapa lama sih? Paling lama tiga bulan. Setelah itu kaki kembali menginjak bumi, berhadapan dengan berbagai persoalan hidup mulai dari ekonomi, relasi, pekerjaan dll. “Cinta asmara” antar suami istri tahan berapa lama sih? Paling lama 4 tahun. Setelah itu, bila tidak ada persahabatan dan kasih sayang, sudah tidak ada yang tersisa dari sebuah perkawinan kecuali kewajiban.

Repot bila menikah karena harta. Hari ini harta berlimpah mungkin besok seret. Apalagi Reza berniat ikut Pilkada. Alamat keluar duit milyaran namun belum tentu menang. Bila berhasil menjadi pejabat kepala daerah juga perlu berhati-hati. Jangan sampai terlibat korupsi, bisa diseret ke penjara boo. Jadi siapkah untuk melangkah bersama dalam pernikahan? “Kalo terlalu banyak pertimbangan gak bakalan married lo sampe kiamat” Nita berkata pada dirinya sendiri hihihi.

Saya setuju dengan Nita. Perlu pertimbangan sebelum menikah. Apakah sudah saling mengenal dengan baik? Apakah saling bersahabat? Bila suami istri bukan sahabat maka kita akan saling berebut kekuasaan dan kepemilikan. Suami merasa istri terlalu mendominasi, suka mengatur padahal istri berpikiran bahwa dia mengatur demi kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Wah, saya jadi curcol nih hihihi. Lalu ada suami yang menjadi detektif untuk istrinya, ada istri yang selalu memantau kegiatan suaminya seperti seorang intel. Dan banyak lagi problem rumah-tangga ketika hubungan suami istri bukan lagi hubungan antar dua sahabat tapi menjadi hubungan antara majikan dengan pelayan.

Tanggal 5 -7 Oktober 2012 lalu saya mengikuti retreat yang menarik berupa program pelatihan “Keluarga Sakinah thru Kamasutra”. Pada program ini dibahas tentang apa itu keluarga sakinah, tentang kamasutra, tentang the power of multiple orgasm, bagaimana memanfaatkan energi sex yang ada di dalam diri menjadi energi kreatif, bagaimana berbahagia dengan pasangan, bagaimana memilih pasangan untuk yang masih single dan management keluarga sakinah. Juga diajarkan yoga kamasutra dan latihan untuk membangkitkan energi kreatif. Rasanya tentram berada di daerah pegunungan yang indah, duduk hening pagi-pagi, what a beautiful life... Acara retreat ini bertaburan tawa ceria dan air mata haru. Terimakasih untuk instruktur Ibu Norma, Pak Slamet Harsono, Pak Zee dan para sukarelawan acara ini.

Program Keluarga Sakinah thru Kamasutra ini terbuka untuk umum, baik untuk pasangan maupun untuk single, usia 17 tahun ke atas. Ada bapak-bapak yang telah ikut program ini namun mengikuti program ini kembali dengan mengajak istri dan anak gadisnya. Saya kagum pada bapak ini, mengajak anak gadis untuk belajar Keluarga Sakinah thru Kamasutra. Pendidikan ini perlu agar anak tidak salah pilih pasangan hidup, paham bagaimana menggunakan energi sex yang ada pada setiap manusia untuk kreativitas. Dengan pendidikan sex yang tepat, anak tidak akan mau ikut dalam pergaulan bebas. Sayang bila energi yang berlimpah digunakan untuk hal-hal negatif yang hanya akan membawa pada kehancuran. Bila berminat ikutan silakan klik oneearthretreat.com.

Terimakasih
Namaste _/l\_
Kamis, 06 September 2012

Manipulasi Kata


Kata-kata adalah abadi, akan bisa diakses kapanpun oleh siapapun yang frekuensinya masih dalam jangkauan kita. Saya berulang-kali mencamkan kalimat ini karena saya sering melupakan betapa penting sekaligus berbahayanya kata-kata. Kata-kata abadi selama waktu ada.

We reap what we sow. Kita akan memanen apa yang kita pikirkan, ucapkan, perbuat.

Beberapa waktu lalu saya membaca rangkaian tweet Fira Basuki, penulis terkenal serta pemimpin redaksi Majalah Cosmopolitan Indonesia. Fira tidak berkenan dengan tulisan satu media yang menuliskan “Fira Basuki terpuruk karena suami meninggal”. Fira sangat tidak suka dengan kata “terpuruk” karena menggambarkan seseorang yang masuk ke dalam jurang dan tidak mampu bangkit lagi. Fira melanjutkan, “Saya sedih namun saya tidak terpuruk.” Fira menerangkan dalam tweetnya, betapa beliau, walau sedih, bisa segera bekerja kembali, bisa terbang ke Madrid untuk urusan pekerjaan, bisa tegar untuk putrinya Syaza dan bayi yang dikandungnya.

Satu kata “terpuruk” bisa membuat seseorang tidak berkenan. Bagaimana bila serangkaian kata tidak etis dilontarkan via media ya?

Contohnya adalah rangkaian manipulasi kata yang dilontarkan pihak penyerang Bapak Anand Krishna. Contoh kata-kata yang tidak etis, playing victim adalah kata-kata yang menjadi headline beberapa media yaitu “Korban Anand Krishna”.

Bisa disaksikan pada youtube rekaman suara Tara Pradipta Laksmi, Farahdiba dkk, dengan kata kunci “Membongkar Rekayasa Kasus Anand Krishna”. Dari rekaman itu jelas Tara tidak pernah dilecehkan seperti yang tertulis pada BAP dia. Jadi siapa yang menuliskan BAP Tara di Polda? Hmmm...

Saya prihatin dengan headline “Korban Anand Krishna menangis bahagia mendengar Anand Krishna dihukum 2.5 tahun penjara.”

Pak Anand Krishna harus menjalani proses hukum selama dua tahun padahal tanpa bukti dan tanpa saksi mata. Tara virgin menurut visum dr Mun’im Idris. Mengapa bisa kasus Anand Krishna ini berlarut-larut di ranah hukum? Bisa di telusuri track record Ibu Polisi yang menyelidiki kasus Anand Krishna hingga track record Jaksa Martha Berliana. Jaksa Martha Berliana mengajukan memo kasasi yang berisi manipulasi, copas kasus orang lain pada memo kasasi Anand Krishna. Anehnya memo kasasi itu tidak butuh waktu lama untuk segera disetujui oleh tiga Hakim MA yang diketuai Hakim Agung Zaharuddin Utama.

Bila seorang guru spiritual, presiden, ulama, pastor, siapapun memang bersalah silakan diadukan dan harus menjalani hukuman bila memang terbukti bersalah. Namun bila tidak bersalah, aneh sekali bila dipaksa untuk menjalani hukuman. Jelas sekali kasus Anand Krishna ini rekayasa karena Jaksa Martha Berliana harus mengarang memo kasasi. Bila sampai copas kasus pihak lain hingga 10 halaman dan dengan memanipulasi data, jelas sekali Jaksa Martha Berliana tidak sedang menegakan keadilan tapi melakukan segala tipu daya untuk memenjarakan Anand Krishna.

Media –media yang “asal” dalam menuliskan berita sedang menggali kuburannya alias tidak dipercaya lagi sebagai sumber berita. Saya menyaksikan ini pada portal media yang asal. Saya tidak paham, apakah mereka tidak mengerti bahwa menyebarkan berita bohong adalah dosa? Mungkin mereka mengerti namun mereka punya banyak alasan untuk membenarkan diri.

Contoh lagi berita yang disebarkan pihak penyerang sebagai berikut “Korban Anand Krishna 45 orang”. “Untuk para korban silakan hubungi Posko Korban Anand Krishna pada hotline xxxxxx.” Dan masih banyak lagi manipulasi kata yang menggambarkan Pak Anand Krishna sebagai dirty old man dst dst.

Selanjutnya apakah ada pembaca yang mendengar kelanjutan berita “Posko Korban Anand Krishna” ? Tidak ada beritanya lagi kan? Karena memang tidak ada korban!!!

Demikian... Note to myself: harus berhati-hati menggunakan kata! Dan bila ada ketidak-adilan di depan mata maka saya harus menyatakan keberatan. Karena memperjuangkan keadilan untuk satu manusia sama dengan memperjuangkan keadilan untuk satu masyarakat. Semoga negeri ini kembali jaya dengan aparat penegak hukum yang jujur dan berintegritas. Amiiin

Terimakasih
Namaste _/l\_

Radar Wanita dalam Memilih Suami


Ngikik-ngikik baca bukunya Alexander Thian @aMrazing “The not so Amazing life of @aMrazing”. Lucu-lucu pengalaman @aMrazing saat membuka konter hp di sebuah mall di Depok. Ada yang mengharukan juga sik, kisah Pak Soni dengan putranya Rama. Namun yang perlu disimak para gadis yang sedang memilih suami adalah bab terakhir “Jujur itu Indah”.

Banyak fenomena seperti pada kisah “Jujur itu Indah”. Banyak wanita yang mengabaikan tanda-tanda “masalah-besar” pada calon suami. Setelah menikah baru kaget dan sakit hati. Karena sedang berbinar-binar penuh harapan maka wanita menyangkal “tanda-tanda”. Biasanya wanita berharap semoga setelah menikah calon suami akan berubah. Manusia memang bisa berubah tapi sangat jarang. Jadi mungkin harapan untuk bisa mengubah tabiat suami sebaiknya dikubur dalam-dalam.

Saya ingat kisah lucu saat masih kuliah. Seorang teman membanggakan diri karena bisa menaklukkan seorang playboy. Kata dia, “Bagaimana tingkah pria itu tergantung wanitanya. Bila wanita bisa memenuhi harapan, dia tak bakalan jadi playboy lagi.” Aku dan teman manggut-manggut sambil menahan tawa. Karena cowoknya itu baru saja “nembak” temanku. Tak mudah membuat seorang playboy berubah jadi setia hihihi...

Saya jadi merenung saat membaca buku Asma NadiaCatatan Hati seorang Istri”. Ada saja wanita yang tidak tahu jika pria yang dinikahinya itu suami orang. Si suami, demi nafsunya untuk menikah lagi, pasti berbohong dengan mengarang seribu satu alasan. Namun yang saya pertanyakan, mengapa calon istri dan orang-tuanya tidak menyelidiki latar belakang calon suami lebih dulu. Mengapa calon istri tidak berkenalan dengan orang tua calon suami, saudara-saudara atau kerabat, teman-teman dalam pekerjaan? Istri yang dibohongi ini beda dengan wanita yang jelas tahu bahwa dia dinikahi sebagai istri kedua atau simpanan. Wanita yang sudah tahu akan lebih siap menghadapi masalah di depan mata.

Saya juga merenung saat membaca buku Miss Jinjing Amelia Masniari yang berjudul “Bercerai Siapa Takut”. Sebelum menikah, Miss Jinjing sudah tahu tabiat calon suaminya yang suka main tangan. Namun beliau berharap semoga setelah menikah perangai suaminya akan berubah. Khas wanita yang sedang berbunga-bunga, ingin merubah manusia a.k.a calon suami. Padahal manusia sulit berubah apalagi bila yang bersangkutan tidak punya tekad kuat. Bapak Miss Jinjing sudah menyatakan keberatan saat putrinya mau menikah, namun Miss Jinjing keukeuh mau menikah. Setelah menikah belasan tahun, setelah dikaruniai tiga anak laki yang lucu-lucu, akhirnya Miss Jinjing tidak kuat juga mempertahankan pernikahannya dengan suami yang ringan tangan. Syukurlah Miss Jinjing punya keahlian dan kepandaian, jadi beliau bisa survive melanjutkan hidup dengan bahagia sejahtra.

Seorang teman dekat Lani bercerita, “Aku heran melihat wanita-wanita yang tidak selektif dalam memilih suami. Adik kandungku saja kudorong untuk membatalkan pernikahan ketika pacarnya main tangan. Adikku tetap mau nikah, tapi aku menentang dengan melibatkan keluarga.”

“Dari mata, dari cara bicara, kita bisa “membaca” pria. Mana pria tukang pukul, pria tidak setia, pria pemalas, pria masa depan cerah bisa kita “baca” saat pacaran,”lanjut Lani. “Aku ini perempuan matre. Saat gadis aku sudah bisa mengendus siapa pria calon orang sukses, yang mana pria calon tajir melintir. Berhubung prioritas utamaku dalam memilih suami adalah pria setia maka aku memilih suamiku ini. Setelah 15 tahun terbukti kan. Dia tekun dan hobi bekerja, kalo libur kerjaan dia ngotak-ngatik mobil dan komputer, dengerin musik trus jalan-jalan dengan anak istri. Gak macam-macam laki gue. Cuman sebenarnya aku pingin dia lebih kaya sih hahaha. Jadinya aku harus ikut kerja untuk memenuhi nafsu belanjaku.”

Agar wanita tidak terlanjur menikah dengan gay, silakan baca buku @aMrazing. Hak seseorang untuk jadi gay, lesbi, biseksual, straight atau apalah. Namun janganlah demi “status” sosial, agar aman di mata masyarakat, seorang gay menikahi wanita yang tidak tahu apa-apa. Penderitaan batin menanti, kasihan kan.

Jadi...pasang radarmu wanita !!! Jangan terkaget-kaget setelah menikah.
Terimakasih...
Namaste _/l\_
Selasa, 04 September 2012

Makan dan Minum Emas


Sedih membaca tulisan “Demam Emas di Tengah Taman Nasional” pada Harian Kompas Kamis 30 Agustus. Salah satu Taman Nasional yang rusak karena keserakahan manusia adalah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Sulawesi Utara. Betapa paru-paru bumi Nusantara rusak karena manusia sangat serakah.

Taman Nasional adalah konservasi air bersih murni, menyimpan tanaman-tanaman obat. Hutan juga menyediakan serat untuk bahan menenun kain, kopiah, tikar yang digunakan Ibu-ibu marginal untuk kelangsungan komunitasnya.

Apalah artinya kita memakai emas berkilo gram di tubuh tapi kita tidak bisa minum air bersih, tidak bisa makan makanan sehat. Apalah artinya tabungan berlimpah di bank bila kita sakit berat.

Saya yakin semua manusia waras sudah paham bahwa uang bukan segalanya. Menghancurkan Taman Nasional adalah bencana untuk anak-cucu. Namun mengapa manusia tidak bisa berdaya dalam menghadapi keserakahan diri?

Masalah manusia ada dalam diri kan? Ingin dihargai, ingin dicintai, ingin kenyamanan tubuh, ingin cantik, ingin rumah indah, ingin wisata ke manca negara, ingin anak sekolah yang terbaik dst dst. Nafsu tidak akan bisa terpuaskan. Nafsu adalah api, selalu berkobar. Hanya air kesadaran yang dapat menyiramnya. Air kesadaran dapat diperoleh dengan rajin merenung, tafakur, puasa, berdoa, meditasi, yoga.

Saya sangat menghargai masyarakat pedalaman yang animisme. Karena mereka tidak pernah merusak alam, tidak seperti manusia-manusia yang katanya beragama. Masyarakat Indian di Amerika, hingga masyarakat pedalaman di Indonesia begitu harmonis dengan alam. Karena mereka menganggap semua benda bernyawa. Dan mereka benar. Masyarakat pedalaman sepaham dengan Einstein walau mereka tidak paham teori rumit matematika.

Masyarakat pedalaman menghargai pohon, air, gunung, seisi bumi. Mereka menghargai bumi sebagai Ibu. Bila manusia hidup seperti mereka, bumi ini akan tetap indah dan selalu menyediakan kebutuhan manusia untuk hidup sehat dan bahagia. Sayang, manusia terlalu serakah...

Saya bertekad untuk meniru kesederhanaan masyarakat pedalaman dengan hidup sederhana. Makan cenderung vegetarian, makan sayur, buah, telur, ikan. Ayam sekali-sekali, sapi harus lebih jarang. Trus mengurangi pemakaian plastik, mengurangi konsumsi-konsumsi tak perlu yang hanya menambah-nambah sampah pada bumi. Dan bergabung dengan komunitas ramah lingkungan.

Dan yang terpenting saya bertekad untuk melatih diri, duduk hening 20 menit pagi dan sore, semoga bisa mencapai inner peace. Dengan melatih diri sendiri, setidak-tidaknya bumi akan kehilangan satu orang bego serakah yaitu saya. We live in one field of energy, we are all connected. Bila banyak orang sudah inner peace maka otomatis inner peace akan menyebar dan bertambah terus. Sebagaimana fenomena 100 monyet yang bisa mempengaruhi seluruh komunitas monyet pada dua pulau di Jepang.

Dari Inner Peace, trus ke Communal Love dan semoga tercapai Global Harmony.Yuk gabung dengan Komunitas Global Harmony. Mari wariskan bumi yang indah dan damai untuk anak cucu kelak.

TerimaKasih.
Namaste _/l\_
Jumat, 31 Agustus 2012

Reinkarnasi, Karma dan Kesuksesan Seseorang


Silakan tidak percaya reinkarnasi atau tidak percaya karma. Saya percaya karena teori reinkarnasi ini cocok dengan pertanyaan-pertanyaan saya tentang keadilan Tuhan.

Seorang teman bertahun-tahun marah pada Tuhan karena dia diperkosa oleh guru SMP nya berkali-kali. Dia jadi bitter, jauh dari tipe orang yang asyik atau ramah. Teman ini mempersalahkan orang tuanya karena dia tidak dijaga dengan baik dst dst. Aneh kan, dari sekian murid wanita di SMP itu kenapa dia yang diperkosa, berkali-kali pula. Sementara banyak anak-anak gadis yang dibiarkan bebas oleh orang-tuanya, tidak pernah diperkosa.

Karena trauma teman ini tak juga sembuh, dia mengikuti  satu sesi terapi untuk menghilangkan trauma dia. Terapi itu ampuh sehingga psikosomatis dia hilang, dia tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obat psikotropika untuk mengobati depresi dia. Namun dia baru bisa menerima keadaan dia setelah mengikuti sesi “past life regression”. Pada sesi itu dia seperti menonton film, tentang dia yang pernah hidup sebagai seorang pria yang jahat, dan pernah membunuh serta memperkosa seorang wanita. Jadi bila pada kehidupan ini dia diperkosa maka memang seperti itulah hutang karma yang harus dia bayar. Dengan ikhlas menerima karma dari perbuatan kita dari kehidupan-kehidupan yang lalu, kita bisa lebih tenang berkarya untuk masa depan yang lebih baik.

Saya merenung saat membaca buku Ollie @salsabeela “YES, YOU CAN!”. Ollie begitu sukses sebagai penulis, pengusaha, aktivis sosial saat usianya belum 30 tahun. Ollie dikaruniai kesehatan yang prima, modal pendidikan yang baik, bertemu dengan banyak peluang-peluang bagus. Banyak orang yang bekerja keras sebagai penulis namun sulit untuk menembus satu penerbitan besar. Ollie dengan mudahnya menulis buku yang segera diterbitkan. Dia yang iseng menulis tentang traveling di blognya, langsung dapat tawaran untuk menulis tentang traveling di satu majalah besar. Ollie bertemu temannya, membicarakan satu ide usaha, diwujudkan dan usahanya sukses.

Tentu saja sukses Ollie tidak lepas dari will power, skill, knowledge & hard work. Namun peluang yang diperoleh Ollie dengan mudahnya, tidak diperoleh oleh orang yang memiliki kualitas setara Ollie. Imo, itulah karma seorang Ollie.

Saya teringat pada buku “Outliers” karya Malcolm Gladwell, seorang jurnalis The New Yorker. Dia mengamati faktor-faktor di balik kesuksesan seseorang. Saat kelahiran menentukan kesuksesan seseorang di Silicon Valley. Lahir pada bulan tertentu menentukan seseorang itu bisa menjadi bintang basket besar NBA atau tidak.

Lingkungan dan kesempatan menelurkan seorang Bill Gates, Beatles, Andrew Carnegie, Steve Jobs, Mozart dll. Seseorang bisa saja memiliki kecerdasan seperti Bill Gates, namun tanpa kesempatan-kesempatan emas yang muncul di hadapan Bill Gates, orang tersebut tidak akan bisa sesukses Bill Gates.

Apakah mungkin seorang Mozart bisa menjadi sangat cemerlang bila dia tidak dilahirkan dalam keluarga pemusik-pemusik hebat pada zamannya? Bagaimana nasib seorang yang berbakat fashion bila berdekatan dengan Giorgio Armani? Pasti berbeda dengan seseorang dengan bakat yang sama namun tidak punya akses pada seorang fashion designer hebat.

Selain faktor lingkungan dan kesempatan, faktor latihan 10 ribu jam menentukan kesuksesan seseorang. Latihan 10 ribu jam membuat seseorang menjadi pakar dalam bidangnya. Bill Gates, Beatles, Andrew Carnegie, Steve Jobs, Mozart, Zuckerberg, Pendiri Google dan semua orang-orang yang hebat pada bidangnya selalu melampaui “jam terbang” lebih dari 10 ribu jam. Melampaui latihan 10 ribu jam dengan mudah dilalui oleh mereka yang begitu bergairah menekuni bidangnya.

Lingkungan dan kesempatan berkaitan dengan karma seseorang menurut saya. Tentu saja kita harus menerima karma kita, karena percuma kita bersungut-sungut mengeluh toh tetap saja karma itu jalan, Bila tidak nyaman dengan kata karma, bisa diganti dengan kata takdir. Namun terlepas dari karma kita, kita yang menetukan hidup kita saat ini. Kita yang menentukan mau bahagia atau tidak, mau rajin bekerja atau tidak. Tidak ada gunanya menyesali nasib, atau karma. Sudah suratan bila kita dilahirkan dengan kondisi kesehatan yang kurang fit, lahir dari seorang Ibu yang bermasalah dengan emosi dst dst. Pelajari kondisi kita dan bagaimana solusinya. Saya perhatikan badan saya sangat bermasalah dengan migren dan gampang capek. Saya sebisa mungkin menghindari tempat-tempat yang panas terik. Saya harus cukup istirahat, rileks, perlu riang gembira dalam kehidupan sehari-hari. Berhubung sering masuk angin, saya rutin minum bandrek untuk menghangatkan badan serta menghalau masuk angin. Memang beginilah kondisi tubuh yang harus saya terima. Saya berbeda dengan sepupu saya ,Tola, yang gesit dan sehat. Tola yang berusia 10 tahun di atas saya bisa aktif mengajar sambil kuliah hingga mendapatkan gelar Doktor dari ITB. Tola juga aktif silaturahim dengan keluarga dan aktif dalam kegiatan sosial. Beliau juga ibu rumah tangga yang piawai. Bila saya mengikuti ritme tubuh Tola, saya bisa pingsan berhari-hari. Yah, beginilah nasib hihihi.

Demikian. Punya pendapat lain?
Terimakasih...Namaste _/l\_

Translate

About Me

Foto Saya
Guruntala
🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala
Lihat profil lengkapku

Followers

Komentar Terbaru

Visitors

free counters