Selasa, 23 Oktober 2012
Menikah Lagi ???
Jadi
berpikir setelah selesai menonton film Perahu
Kertas 2, film yang menarik dan romantis. Ada ya pasangan yang saling
mencintai begitu dalam seperti pasangan dalam buku dan film Cintapuccino dan beberapa kisah menarik
lainnya. Dalam kehidupan nyata, jarang saya menemukan “cinta-sejati” seperti
itu. Bila pacar sudah berpaling/ berpacaran dengan orang lain, biasanya orang
berpikir “memang cuman kamu perempuan/laki di dunia ini?” Cari pasangan yang
lain deh...hehehe
Seorang
teman, Reza yang baru saja menduda mendapati bahwa teman SMA dia ternyata sudah
kembali single parent. Reza yang terkenang-kenang “rasa” jatuh cinta yang indah
pada Nita saat SMA, memutuskan untuk melamar Nita tanpa pikir panjang. Nita
sebenarnya mau saja. Lumayan kan, kebetulan Reza ini hidup mapan. Menarik juga
bisa ikutan hidup mapan tanpa bekerja keras untuk memenuhi kehidupan hidup
hihihi.
Nita
merenungkan alasan Reza mau menikahi dia karena ”merasa” mencintai begitu dalam.
Berapa lama “rasa” itu bertahan? Karena “rasa” bisa berubah. Masa bulan madu
berapa lama sih? Paling lama tiga bulan. Setelah itu kaki kembali menginjak
bumi, berhadapan dengan berbagai persoalan hidup mulai dari ekonomi, relasi,
pekerjaan dll. “Cinta asmara” antar suami istri tahan berapa lama sih? Paling
lama 4 tahun. Setelah itu, bila tidak ada persahabatan dan kasih sayang, sudah
tidak ada yang tersisa dari sebuah perkawinan kecuali kewajiban.
Repot
bila menikah karena harta. Hari ini harta berlimpah mungkin besok seret. Apalagi
Reza berniat ikut Pilkada. Alamat keluar duit milyaran namun belum tentu
menang. Bila berhasil menjadi pejabat kepala daerah juga perlu berhati-hati.
Jangan sampai terlibat korupsi, bisa diseret ke penjara boo. Jadi siapkah untuk
melangkah bersama dalam pernikahan? “Kalo terlalu banyak pertimbangan gak
bakalan married lo sampe kiamat” Nita berkata pada dirinya sendiri hihihi.
Saya
setuju dengan Nita. Perlu pertimbangan sebelum menikah. Apakah sudah saling
mengenal dengan baik? Apakah saling bersahabat? Bila suami istri bukan sahabat
maka kita akan saling berebut kekuasaan dan kepemilikan. Suami merasa istri
terlalu mendominasi, suka mengatur padahal istri berpikiran bahwa dia mengatur
demi kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Wah, saya jadi curcol nih hihihi.
Lalu ada suami yang menjadi detektif untuk istrinya, ada istri yang selalu
memantau kegiatan suaminya seperti seorang intel. Dan banyak lagi problem
rumah-tangga ketika hubungan suami istri bukan lagi hubungan antar dua sahabat
tapi menjadi hubungan antara majikan dengan pelayan.
Tanggal
5 -7 Oktober 2012 lalu saya mengikuti retreat yang menarik berupa program
pelatihan “Keluarga Sakinah thru
Kamasutra”. Pada program ini dibahas tentang apa itu keluarga sakinah,
tentang kamasutra, tentang the power of multiple orgasm, bagaimana memanfaatkan
energi sex yang ada di dalam diri menjadi energi kreatif, bagaimana berbahagia
dengan pasangan, bagaimana memilih pasangan untuk yang masih single dan management
keluarga sakinah. Juga diajarkan yoga
kamasutra dan latihan untuk membangkitkan energi kreatif. Rasanya tentram
berada di daerah pegunungan yang indah, duduk hening pagi-pagi, what a
beautiful life... Acara retreat ini bertaburan tawa ceria dan air mata haru.
Terimakasih untuk instruktur Ibu Norma, Pak Slamet Harsono, Pak Zee dan para
sukarelawan acara ini.
Program
Keluarga Sakinah thru Kamasutra ini
terbuka untuk umum, baik untuk pasangan maupun untuk single, usia 17 tahun ke
atas. Ada bapak-bapak yang telah ikut program ini namun mengikuti program ini
kembali dengan mengajak istri dan anak gadisnya. Saya kagum pada bapak ini, mengajak
anak gadis untuk belajar Keluarga Sakinah thru Kamasutra. Pendidikan ini perlu
agar anak tidak salah pilih pasangan hidup, paham bagaimana menggunakan energi
sex yang ada pada setiap manusia untuk kreativitas. Dengan pendidikan sex yang
tepat, anak tidak akan mau ikut dalam pergaulan bebas. Sayang bila energi yang
berlimpah digunakan untuk hal-hal negatif yang hanya akan membawa pada
kehancuran. Bila berminat ikutan silakan klik oneearthretreat.com.
Terimakasih
Namaste
_/l\_
Kamis, 06 September 2012
Manipulasi Kata
Kata-kata
adalah abadi, akan bisa diakses kapanpun oleh siapapun yang frekuensinya masih
dalam jangkauan kita. Saya berulang-kali mencamkan kalimat ini karena saya
sering melupakan betapa penting sekaligus berbahayanya kata-kata. Kata-kata
abadi selama waktu ada.
We
reap what we sow. Kita akan memanen apa yang kita pikirkan, ucapkan, perbuat.
Beberapa
waktu lalu saya membaca rangkaian tweet Fira
Basuki, penulis terkenal serta pemimpin redaksi Majalah Cosmopolitan Indonesia. Fira tidak
berkenan dengan tulisan satu media yang menuliskan “Fira Basuki terpuruk karena
suami meninggal”. Fira sangat tidak suka dengan kata “terpuruk” karena
menggambarkan seseorang yang masuk ke dalam jurang dan tidak mampu bangkit
lagi. Fira melanjutkan, “Saya sedih namun saya tidak terpuruk.” Fira menerangkan
dalam tweetnya, betapa beliau, walau sedih, bisa segera bekerja kembali, bisa
terbang ke Madrid untuk urusan pekerjaan, bisa tegar untuk putrinya Syaza dan
bayi yang dikandungnya.
Satu
kata “terpuruk” bisa membuat seseorang tidak berkenan. Bagaimana bila serangkaian
kata tidak etis dilontarkan via media ya?
Contohnya
adalah rangkaian manipulasi kata yang dilontarkan pihak penyerang Bapak Anand Krishna.
Contoh kata-kata yang tidak etis, playing
victim adalah kata-kata yang menjadi headline beberapa media yaitu “Korban Anand Krishna”.
Bisa
disaksikan pada youtube rekaman
suara Tara Pradipta Laksmi, Farahdiba dkk, dengan kata kunci “Membongkar
Rekayasa Kasus Anand Krishna”. Dari rekaman itu jelas Tara tidak pernah
dilecehkan seperti yang tertulis pada BAP dia. Jadi siapa yang menuliskan BAP Tara
di Polda? Hmmm...
Saya
prihatin dengan headline “Korban Anand Krishna menangis bahagia mendengar Anand
Krishna dihukum 2.5 tahun penjara.”
Pak
Anand Krishna harus menjalani proses hukum selama dua tahun padahal tanpa bukti dan tanpa saksi mata. Tara virgin menurut visum dr Mun’im Idris.
Mengapa bisa kasus Anand Krishna ini berlarut-larut di ranah hukum? Bisa di
telusuri track record Ibu Polisi yang
menyelidiki kasus Anand Krishna hingga track
record Jaksa Martha Berliana. Jaksa
Martha Berliana mengajukan memo kasasi yang berisi manipulasi, copas kasus
orang lain pada memo kasasi Anand Krishna. Anehnya memo kasasi itu tidak
butuh waktu lama untuk segera disetujui oleh tiga Hakim MA yang diketuai Hakim
Agung Zaharuddin Utama.
Bila
seorang guru spiritual, presiden, ulama, pastor, siapapun memang bersalah
silakan diadukan dan harus menjalani hukuman bila memang terbukti bersalah. Namun
bila tidak bersalah, aneh sekali bila dipaksa untuk menjalani hukuman. Jelas
sekali kasus Anand Krishna ini rekayasa karena Jaksa Martha Berliana harus mengarang memo kasasi. Bila sampai
copas kasus pihak lain hingga 10 halaman dan dengan memanipulasi data, jelas
sekali Jaksa Martha Berliana tidak sedang menegakan keadilan tapi melakukan
segala tipu daya untuk memenjarakan Anand Krishna.
Media
–media yang “asal” dalam menuliskan berita sedang menggali kuburannya alias
tidak dipercaya lagi sebagai sumber berita. Saya menyaksikan ini pada portal
media yang asal. Saya tidak paham, apakah mereka tidak mengerti bahwa
menyebarkan berita bohong adalah dosa? Mungkin mereka mengerti namun mereka
punya banyak alasan untuk membenarkan diri.
Contoh
lagi berita yang disebarkan pihak penyerang sebagai berikut “Korban Anand Krishna
45 orang”. “Untuk para korban silakan hubungi Posko Korban Anand Krishna pada hotline
xxxxxx.” Dan masih banyak lagi manipulasi kata yang menggambarkan Pak Anand Krishna
sebagai dirty old man dst dst.
Selanjutnya
apakah ada pembaca yang mendengar kelanjutan berita “Posko Korban Anand Krishna”
? Tidak ada beritanya lagi kan? Karena memang tidak ada korban!!!
Demikian...
Note to myself: harus berhati-hati menggunakan kata! Dan bila ada
ketidak-adilan di depan mata maka saya harus menyatakan keberatan. Karena
memperjuangkan keadilan untuk satu manusia sama dengan memperjuangkan keadilan
untuk satu masyarakat. Semoga negeri ini kembali jaya dengan aparat penegak
hukum yang jujur dan berintegritas. Amiiin
Terimakasih
Namaste
_/l\_
Radar Wanita dalam Memilih Suami
Ngikik-ngikik
baca bukunya Alexander Thian @aMrazing “The not so Amazing life of
@aMrazing”. Lucu-lucu pengalaman @aMrazing saat membuka konter hp di sebuah
mall di Depok. Ada yang mengharukan juga sik, kisah Pak Soni dengan putranya
Rama. Namun yang perlu disimak para gadis yang sedang memilih suami adalah bab
terakhir “Jujur itu Indah”.
Banyak
fenomena seperti pada kisah “Jujur itu Indah”. Banyak wanita yang mengabaikan
tanda-tanda “masalah-besar” pada
calon suami. Setelah menikah baru kaget dan sakit hati. Karena sedang
berbinar-binar penuh harapan maka wanita menyangkal “tanda-tanda”. Biasanya
wanita berharap semoga setelah menikah calon suami akan berubah. Manusia memang
bisa berubah tapi sangat jarang. Jadi mungkin harapan untuk bisa mengubah tabiat
suami sebaiknya dikubur dalam-dalam.
Saya
ingat kisah lucu saat masih kuliah. Seorang teman membanggakan diri karena bisa
menaklukkan seorang playboy. Kata dia, “Bagaimana tingkah pria itu tergantung
wanitanya. Bila wanita bisa memenuhi harapan, dia tak bakalan jadi playboy
lagi.” Aku dan teman manggut-manggut sambil menahan tawa. Karena cowoknya itu
baru saja “nembak” temanku. Tak mudah membuat seorang playboy berubah jadi
setia hihihi...
Saya
jadi merenung saat membaca buku Asma
Nadia “Catatan Hati seorang Istri”.
Ada saja wanita yang tidak tahu jika pria yang dinikahinya itu suami orang. Si
suami, demi nafsunya untuk menikah lagi, pasti berbohong dengan mengarang
seribu satu alasan. Namun yang saya pertanyakan, mengapa calon istri dan
orang-tuanya tidak menyelidiki latar belakang calon suami lebih dulu. Mengapa
calon istri tidak berkenalan dengan orang tua calon suami, saudara-saudara atau
kerabat, teman-teman dalam pekerjaan? Istri yang dibohongi ini beda dengan wanita
yang jelas tahu bahwa dia dinikahi sebagai istri kedua atau simpanan. Wanita
yang sudah tahu akan lebih siap menghadapi masalah di depan mata.
Saya
juga merenung saat membaca buku Miss
Jinjing Amelia Masniari yang berjudul “Bercerai
Siapa Takut”. Sebelum menikah, Miss Jinjing sudah tahu tabiat calon
suaminya yang suka main tangan. Namun beliau berharap semoga setelah menikah perangai
suaminya akan berubah. Khas wanita yang sedang berbunga-bunga, ingin merubah
manusia a.k.a calon suami. Padahal manusia sulit berubah apalagi bila yang
bersangkutan tidak punya tekad kuat. Bapak Miss Jinjing sudah menyatakan
keberatan saat putrinya mau menikah, namun Miss Jinjing keukeuh mau menikah. Setelah menikah belasan tahun, setelah
dikaruniai tiga anak laki yang lucu-lucu, akhirnya Miss Jinjing tidak kuat juga
mempertahankan pernikahannya dengan suami yang ringan tangan. Syukurlah Miss
Jinjing punya keahlian dan kepandaian, jadi beliau bisa survive melanjutkan
hidup dengan bahagia sejahtra.
Seorang
teman dekat Lani bercerita, “Aku heran melihat wanita-wanita yang tidak
selektif dalam memilih suami. Adik kandungku saja kudorong untuk membatalkan
pernikahan ketika pacarnya main tangan. Adikku tetap mau nikah, tapi aku
menentang dengan melibatkan keluarga.”
“Dari
mata, dari cara bicara, kita bisa “membaca” pria. Mana pria tukang pukul, pria
tidak setia, pria pemalas, pria masa depan cerah bisa kita “baca” saat pacaran,”lanjut
Lani. “Aku ini perempuan matre. Saat gadis aku sudah bisa mengendus siapa pria
calon orang sukses, yang mana pria calon tajir melintir. Berhubung prioritas
utamaku dalam memilih suami adalah pria setia maka aku memilih suamiku ini.
Setelah 15 tahun terbukti kan. Dia tekun dan hobi bekerja, kalo libur kerjaan
dia ngotak-ngatik mobil dan komputer,
dengerin musik trus jalan-jalan dengan anak istri. Gak macam-macam laki gue.
Cuman sebenarnya aku pingin dia lebih kaya sih hahaha. Jadinya aku harus ikut kerja
untuk memenuhi nafsu belanjaku.”
Agar
wanita tidak terlanjur menikah dengan gay, silakan baca buku @aMrazing. Hak
seseorang untuk jadi gay, lesbi, biseksual, straight atau apalah. Namun
janganlah demi “status” sosial, agar aman di mata masyarakat, seorang gay
menikahi wanita yang tidak tahu apa-apa. Penderitaan batin menanti, kasihan
kan.
Jadi...pasang
radarmu wanita !!! Jangan terkaget-kaget setelah menikah.
Terimakasih...
Namaste
_/l\_
Selasa, 04 September 2012
Makan dan Minum Emas
Sedih
membaca tulisan “Demam Emas di Tengah
Taman Nasional” pada Harian Kompas Kamis 30 Agustus. Salah satu Taman
Nasional yang rusak karena keserakahan manusia adalah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Sulawesi Utara. Betapa
paru-paru bumi Nusantara rusak karena manusia sangat serakah.
Taman
Nasional adalah konservasi air bersih murni, menyimpan tanaman-tanaman obat.
Hutan juga menyediakan serat untuk bahan menenun kain, kopiah, tikar yang
digunakan Ibu-ibu marginal untuk kelangsungan komunitasnya.
Apalah
artinya kita memakai emas berkilo gram di tubuh tapi kita tidak bisa minum air
bersih, tidak bisa makan makanan sehat. Apalah artinya tabungan berlimpah di
bank bila kita sakit berat.
Saya
yakin semua manusia waras sudah paham bahwa uang bukan segalanya. Menghancurkan
Taman Nasional adalah bencana untuk anak-cucu. Namun mengapa manusia tidak bisa
berdaya dalam menghadapi keserakahan diri?
Masalah
manusia ada dalam diri kan? Ingin dihargai, ingin dicintai, ingin kenyamanan
tubuh, ingin cantik, ingin rumah indah, ingin wisata ke manca negara, ingin
anak sekolah yang terbaik dst dst. Nafsu tidak akan bisa terpuaskan. Nafsu
adalah api, selalu berkobar. Hanya air kesadaran yang dapat menyiramnya. Air
kesadaran dapat diperoleh dengan rajin merenung, tafakur, puasa, berdoa,
meditasi, yoga.
Saya
sangat menghargai masyarakat pedalaman yang animisme. Karena mereka tidak
pernah merusak alam, tidak seperti manusia-manusia yang katanya beragama. Masyarakat
Indian di Amerika, hingga masyarakat pedalaman di Indonesia begitu harmonis
dengan alam. Karena mereka menganggap semua benda bernyawa. Dan mereka benar.
Masyarakat pedalaman sepaham dengan Einstein walau mereka tidak paham teori
rumit matematika.
Masyarakat
pedalaman menghargai pohon, air, gunung, seisi bumi. Mereka menghargai bumi
sebagai Ibu. Bila manusia hidup seperti mereka, bumi ini akan tetap indah dan
selalu menyediakan kebutuhan manusia untuk hidup sehat dan bahagia. Sayang,
manusia terlalu serakah...
Saya
bertekad untuk meniru kesederhanaan masyarakat pedalaman dengan hidup
sederhana. Makan cenderung vegetarian, makan sayur, buah, telur, ikan. Ayam
sekali-sekali, sapi harus lebih jarang. Trus mengurangi pemakaian plastik,
mengurangi konsumsi-konsumsi tak perlu yang hanya menambah-nambah sampah pada bumi.
Dan bergabung dengan komunitas ramah lingkungan.
Dan
yang terpenting saya bertekad untuk melatih diri, duduk hening 20 menit pagi
dan sore, semoga bisa mencapai inner
peace. Dengan melatih diri sendiri, setidak-tidaknya bumi akan kehilangan
satu orang bego serakah yaitu saya. We live in one field of energy, we are all
connected. Bila banyak orang sudah inner peace maka otomatis inner peace akan
menyebar dan bertambah terus. Sebagaimana fenomena 100 monyet yang bisa mempengaruhi
seluruh komunitas monyet pada dua pulau di Jepang.
Dari
Inner Peace, trus ke Communal Love dan semoga tercapai Global Harmony.Yuk gabung dengan Komunitas Global Harmony. Mari wariskan
bumi yang indah dan damai untuk anak cucu kelak.
TerimaKasih.
Namaste
_/l\_
Jumat, 31 Agustus 2012
Reinkarnasi, Karma dan Kesuksesan Seseorang
Silakan
tidak percaya reinkarnasi atau tidak percaya karma. Saya percaya karena teori
reinkarnasi ini cocok dengan pertanyaan-pertanyaan saya tentang keadilan Tuhan.
Seorang
teman bertahun-tahun marah pada Tuhan karena dia diperkosa oleh guru SMP nya
berkali-kali. Dia jadi bitter, jauh
dari tipe orang yang asyik atau ramah. Teman ini mempersalahkan orang tuanya
karena dia tidak dijaga dengan baik dst dst. Aneh kan, dari sekian murid wanita
di SMP itu kenapa dia yang diperkosa, berkali-kali pula. Sementara banyak anak-anak
gadis yang dibiarkan bebas oleh orang-tuanya, tidak pernah diperkosa.
Karena
trauma teman ini tak juga sembuh, dia mengikuti
satu sesi terapi untuk menghilangkan trauma dia. Terapi itu ampuh
sehingga psikosomatis dia hilang, dia
tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obat psikotropika
untuk mengobati depresi dia. Namun dia baru bisa menerima keadaan dia setelah mengikuti
sesi “past life regression”. Pada
sesi itu dia seperti menonton film, tentang dia yang pernah hidup sebagai
seorang pria yang jahat, dan pernah membunuh serta memperkosa seorang wanita.
Jadi bila pada kehidupan ini dia diperkosa maka memang seperti itulah hutang
karma yang harus dia bayar. Dengan ikhlas menerima karma dari perbuatan kita
dari kehidupan-kehidupan yang lalu, kita bisa lebih tenang berkarya untuk masa
depan yang lebih baik.
Saya
merenung saat membaca buku Ollie
@salsabeela “YES, YOU CAN!”.
Ollie begitu sukses sebagai penulis, pengusaha, aktivis sosial saat usianya
belum 30 tahun. Ollie dikaruniai kesehatan yang prima, modal pendidikan yang
baik, bertemu dengan banyak peluang-peluang bagus. Banyak orang yang bekerja
keras sebagai penulis namun sulit untuk menembus satu penerbitan besar. Ollie
dengan mudahnya menulis buku yang segera diterbitkan. Dia yang iseng menulis
tentang traveling di blognya, langsung dapat tawaran untuk menulis tentang
traveling di satu majalah besar. Ollie bertemu temannya, membicarakan satu ide
usaha, diwujudkan dan usahanya sukses.
Tentu
saja sukses Ollie tidak lepas dari will
power, skill, knowledge & hard work. Namun peluang yang diperoleh
Ollie dengan mudahnya, tidak diperoleh oleh orang yang memiliki kualitas setara
Ollie. Imo, itulah karma seorang
Ollie.
Saya
teringat pada buku “Outliers” karya Malcolm Gladwell, seorang jurnalis The New Yorker. Dia mengamati faktor-faktor di balik kesuksesan seseorang.
Saat kelahiran menentukan kesuksesan seseorang di Silicon Valley. Lahir pada bulan tertentu menentukan seseorang itu
bisa menjadi bintang basket besar NBA atau tidak.
Lingkungan dan kesempatan
menelurkan seorang Bill Gates, Beatles, Andrew Carnegie, Steve Jobs, Mozart dll.
Seseorang bisa saja memiliki kecerdasan seperti Bill Gates, namun tanpa
kesempatan-kesempatan emas yang muncul di hadapan Bill Gates, orang tersebut
tidak akan bisa sesukses Bill Gates.
Apakah
mungkin seorang Mozart bisa menjadi
sangat cemerlang bila dia tidak dilahirkan dalam keluarga pemusik-pemusik hebat
pada zamannya? Bagaimana nasib seorang yang berbakat fashion bila berdekatan
dengan Giorgio Armani? Pasti berbeda dengan
seseorang dengan bakat yang sama namun tidak punya akses pada seorang fashion designer hebat.
Selain
faktor lingkungan dan kesempatan, faktor
latihan 10 ribu jam menentukan kesuksesan seseorang. Latihan 10 ribu jam
membuat seseorang menjadi pakar dalam bidangnya. Bill Gates, Beatles, Andrew
Carnegie, Steve Jobs, Mozart, Zuckerberg, Pendiri Google dan semua orang-orang
yang hebat pada bidangnya selalu melampaui “jam terbang” lebih dari 10 ribu
jam. Melampaui latihan 10 ribu jam dengan mudah dilalui oleh mereka yang begitu
bergairah menekuni bidangnya.
Lingkungan
dan kesempatan berkaitan dengan karma seseorang menurut saya. Tentu saja kita
harus menerima karma kita, karena percuma kita bersungut-sungut mengeluh toh
tetap saja karma itu jalan, Bila tidak nyaman dengan kata karma, bisa diganti dengan kata takdir.
Namun terlepas dari karma kita, kita yang menetukan hidup kita saat ini. Kita
yang menentukan mau bahagia atau tidak, mau rajin bekerja atau tidak. Tidak ada
gunanya menyesali nasib, atau karma. Sudah suratan bila kita dilahirkan dengan
kondisi kesehatan yang kurang fit, lahir dari seorang Ibu yang bermasalah
dengan emosi dst dst. Pelajari kondisi kita dan bagaimana solusinya. Saya perhatikan
badan saya sangat bermasalah dengan migren dan gampang capek. Saya sebisa
mungkin menghindari tempat-tempat yang panas terik. Saya harus cukup istirahat,
rileks, perlu riang gembira dalam kehidupan sehari-hari. Berhubung sering masuk
angin, saya rutin minum bandrek untuk menghangatkan badan serta menghalau masuk
angin. Memang beginilah kondisi tubuh yang harus saya terima. Saya berbeda
dengan sepupu saya ,Tola, yang gesit
dan sehat. Tola yang berusia 10 tahun di atas saya bisa aktif mengajar sambil
kuliah hingga mendapatkan gelar Doktor dari ITB. Tola juga aktif silaturahim dengan keluarga dan aktif
dalam kegiatan sosial. Beliau juga ibu rumah tangga yang piawai. Bila saya
mengikuti ritme tubuh Tola, saya bisa
pingsan berhari-hari. Yah, beginilah nasib hihihi.
Demikian.
Punya pendapat lain?
Terimakasih...Namaste
_/l\_
Langganan:
Postingan (Atom)
Translate
About Me
- Guruntala
- 🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala