Sabtu, 03 November 2012

Kisah Para Lelaki Metropolitan


Seri Novel Metropop tulisan Threes Emir, “Nyonya Besar”, “Tuan Besar”, “Roman Orang Metropolitan”, “Menantu dan Mertua Metropolitan” perlu untuk dibaca dan direnungkan. Seri novel yang berdasarkan kisah nyata ini sarat dengan pelajaran hidup.

Novel ini membuat saya teringat pada kata-kata Instruktur Program “Keluarga Sakinah thru Kamasutra”, Ibu Norma Harsono. Ibu Norma mengatakan bahwa salah satu bentuk kasih sayang adalah peringatan atau teguran.

Pada novel Threes Emir ini, jelas sekali bahwa membiarkan anak tanpa teguran sama dengan menjerumuskan anak pada jurang penderitaan. Banyak sekali anak, terutama pria, yang menjadi pribadi tak bertanggung jawab, kurang tangguh, seenaknya sendiri karena dimanjakan seorang Ibu. Kasih sayang seorang Ibu memang tidak perlu diragukan namun memanjakan membuat anak terjerumus menjadi pribadi yang tidak bisa bertanggung jawab.

Tidak mudah menjadi orang tua, apalagi menjadi seorang Ibu. Sulit untuk membiarkan anak terbang bagai panah seperti dalam puisi Khalil Gibran. Butuh jiwa besar untuk membiarkan seorang anak menjalani hidup sebagaimana pilihannya. Butuh jiwa besar bagi seorang Ibu untuk tidak ikut campur pada urusan rumah tangga anaknya ketika anak pria kesayangannya sudah berumah-tangga.

Saya kagum pada Ibu Ayu Utami @BilanganFu yang membebaskan Ayu untuk hidup sesuai pilihannya. Ibu yang luar biasa, yang menganggap kebahagiaan anak adalah kebahagiaannya juga.

Ada Ibu-ibu yang luar biasa. Seorang teman dengan karir yang sangat bagus memutuskan melepaskan karirnya untuk menjalani hidup sesuai idamannya, jalan spiritual. Orang tua teman ini luar biasa. Padahal bisa saja orang tua ini mengungkit biaya sekolah anaknya yang mahal. Orang tua yang hebat ini menyadari bahwa perjalanan spiritual adalah perjalanan yang paling mewah di muka bumi ini. Siddharta Gautama saja bisa melepaskan kerajaannya. Ajahn Brahm, lulusan Cambridge University bisa hidup sederhana untuk menjalani hidup sebagai biksu.

Contoh yang bisa kita ambil antara lain pada “Kisah Menantu & Mertua 20” pada novel “Menantu & Mertua Metropolitan” Threes Emir. Victor yang dibesarkan dalam kemewahan dan dimanjakan oleh Mama dan Eyang Putri, menjadi pihak semau-gue. Saat usia 7 tahun, Eyang Putri membiarkannya menghabiskan dua piring nasi dan satu ekor ayam utuh. Eyang dengan bangga menceritakan kegemaran makan cucu kesayangannya tanpa sadar bahwa Victor makan berlebihan.

Mama Victor menyesali diri mengapa dulu tidak mendidik anak semata wayang dengan disiplin keras. “Nanti bila aku sudah tiada, bagaimana dia bisa hidup normal, dan siapa yang akan menemaninya?”

Dimanjakan dalam kemewahan membuat Victor tumbuh menjadi pribadi “semau gue”, yang semua keinginannya tidak ada yang berani membantah, dan ‘suka-suka gue”, yang tidak bisa menerima perintah dari siapapun. Tidak ada yang bisa menasihati Victor perihal kemalasannya di segala bidang. Bekerja, ia malas. Bahkan mandi dan berganti pakaian pun ia malas. Hobinya tidur-tiduran di kamar ber-ac kemudian nongkrong di Pondok Indah Mall. Tidak heran bila istrinya pun tidak tahan dan minta bercerai.

Uang berlebihan bukan jaminan untuk membuat seorang anak tumbuh menjadi pribadi mandiri yang berguna. Apalagi bila anak itu dimanjakan.

Ibu Norma memberikan kiat, “Berikan batasan pada anak. Saya dan suami memberikan batasan pada anak-anak. Mereka akan kami biayai maksimal hingga usia 25 tahun. Di atas usia 25 tahun, bisa membiayai diri sendiri atau tidak, kami persilakan mereka keluar dari rumah.”

Dengan batasan seperti itu, anak mau tidak mau rajin belajar karena tahu bahwa orang tuanya tidak akan menanggung mereka seumur hidup. Sebelum usia 25 tahun, anak-anak Ibu Norma sudah mandiri,sudah mempunyai penghasilan sendiri.

Memberi batasan pada anak juga melegakan pundak orang-tua. Saat usia di atas 50 tahun, Ibu Norma dan suami, Pak Slamet sudah bebas dari tanggung jawab membiayai anak. Mereka berdua bisa menikmati hidup di hari tua dengan berbagi pengetahuan, pengalaman dan kebahagiaan dengan sesama sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah. Sungguh hidup yang berkah.

Bila tertarik ikut Retreat Keluarga Sakinah thru Kamasutra dengan instruktur Ibu Norma dan Pak Slamet Harsono bisa klik oneearthretreat.com. Nikmati retreat di daerah Puncak yang indah dan hening sambil mempelajari kiat-kiat untuk hidup bahagia dan berkah. Dalam retreat ini diajarkan cara untuk mengolah energi seks untuk kreativitas dan kebahagiaan. Single juga boleh ikutan loh.

Semoga seluruh makhluk berbahagia.
TerimaKasih... Namaste _/l\_

2 komentar:

Su Rahman mengatakan...

Mantab :)

Guruntala mengatakan...

Hahaha...terimaKasih :)

Posting Komentar

Translate

About Me

Foto Saya
Guruntala
🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala
Lihat profil lengkapku

Followers

Komentar Terbaru

Visitors

free counters