Kamis, 01 Desember 2011

Teteh Mini


      Teteh Mini datang Februari tahun ini ke rumah sebagai Asisten Rumah Tangga. Saya bertanya-tanya, mengapa tuhan mengirimkan seorang Teteh Mini ke saya, mengapa bukan Teteh yang lain.

      Saat dia datang, saya menanyakan umurnya. Saya: Kamu lahir tahun berapa? Mini : Tahun 2002 Bu. Saya tanya lagi: O, itu tahun kamu masuk sekolah, yang kutanya kamu lahir tahun berapa? Mini : Tahun 2002. Saya : Yang kutanya, kamu lahir tahun berapa? Mini sambil memandang heran: Tahun 2002 Bu. Saya diam terpekur. Wah, ini tanda-tanda orang yang gak betah di rumah saya karena saya termasuk orang yang kurang sabar menghadapi ART tulalit.
Ternyata dia betah juga di rumah hingga 10 bulan. Dia berjasa menjaga Ibu saya saat saya Umroh, saat saya ke Gorontalo ikut reuni, saat saya keluar rumah untuk urusan pekerjaan dan sosialisasi. Namun pada bulan ini, dia terpikat ajakan temannya untuk bekerja di tempat yang lebih menjanjikan. Semoga dia mendapat Boss yang sabar...


      Teteh Mini ini termasuk orang yang istimewa. Teteh lain diberi tahu sekali saja sudah cukup, perintah dengan kata-kata saja sudah cukup. Teteh Mini ini harus diberi contoh untuk melakukan pekerjaan, misalnya membersihkan kamar mandi. Setelah memperagakan, harus beberapa kali di cek lagi pekerjaan dia. Terkadang ada yang lupa dibersihkan dia, kadang ada plastik pembungkus di kamar mandi yang tak juga dibuang dia. Intinya, dia tak membereskan pekerjaan dengan tuntas, harus diperiksa lagi. Kadang dia tak mengindahkan perintah saya, mungkin saat saya bicara dia melamun atau dia tak mengerti apa yang saya ucapkan.
     
      Punya ART yang tak handal, harus sering diberi-tahu, diberi-tahu pun belum tentu dia mendengar benar-benar membuat emosi jiwa wkkkk. Apalagi bila kita lagi sakit, dia susah diandalkan. Kita minta tolong untuk menelpon Apotik untuk pesan obat karena tenggorokan sakit tak bisa bersuara, dia dengan tampang innocent bertanya: “Ibu, nomor telpon Ibu berapa, orang Apotik nanya?” Astaga, tak lihat kalo saya tak bisa bersuara? Duh, selama 10 bulan saya terus-terusan memberi tahu dia, memberi “ceramah”. Salah satu isi ceramah rutin saya adalah, “Kerja dimana yang menerima orang suka melamun?”. “Apakah bisa jual baju atau makanan sambil melamun?” . “Motor bila tak dipakai setahun mogok kan, nah begitu pula dengan otak”. Hahaha, rasanya tak sampai 50 % ceramah saya masuk ke kuping dia...

      Yang memprihatinkan adalah orang-tuanya di kampung rutin menelpon dia untuk minta uang. Setelah 4 bulan kerja di rumah saya, bapaknya datang dari kampung untuk mengambil semua gajinya. Dan yang lucu, orang-tuanya mengandalkan dia untuk membantu keuangan keluarga. Apakah tak menyadari bahwa dia spesial. Bisa cari duit saja sudah untung. Kita mau nambah gaji dia yang tak handal bekerja alias malas pakai otak, pastinya mikir-mikir.

Setelah Teteh Mini pulang kampung, mulai saya mengerjakan pekerjaan rumah sendiri sekalian mempraktekkan working meditation #eeaa. Afirmasi melakukan working meditation ini untuk memicu diri agar tak malas bekerja hehehe. Sambil menyapu, membersihkan rumah, cuci piring, cuci baju dengan penuh perhatian baru saya menyadari sesuatu. Mengapa tak bisa melihat dari sudut pandang Mini. Seorang anak spesial yang sering menjadi bahan omelan ibunya karena lambat menangkap perintah ibunya, seorang ibu yang stress akibat tekanan ekonomi. Mini tetap seorang anak, walau dia datang ke rumah saya saat berumur 16 tahun. Sering Mini mengerjakan sesuatu ogah-ogahan, menyapu asal-asalan. Hal seperti ini juga saya lakukan saat saya masih kanak-kanak, males banget disuruh orang-tua menyapu atau mijit kaki mereka. Namun karena Mini bekerja di rumah orang, dia dimarahi saat bekerja ogah-ogahan. Mini ingin sekolah, dia masih ingin main namun tekanan ekonomi membuat dia harus bekerja.

     Mungkin untuk itulah Teteh Mini dikirim ke rumah saya. Agar saya belajar berempati, untuk melihat seseorang dari perspektif beda.
Perlu usaha seumur hidup untuk hidup sadar...

Namaste beloved friends...

1 komentar:

riyan mengatakan...

He..he lucu ka Nina ngomel2. Kasihan juga yah orang2 yang seperti teteh Mini ini.

Posting Komentar

Translate

About Me

Foto Saya
Guruntala
🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala
Lihat profil lengkapku

Followers

Komentar Terbaru

Visitors

free counters