Jumat, 25 Januari 2013

Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari


Salah satu point pada buku Sanyas Dharma tulisan Pak Anand Krishna membahas bagaimana seorang guru bisa dikenal dari perilaku murid-muridnya sebagaimana pohon dikenal dari buah yang dihasilkannya. Pohon apel berbuah apel, pohon mangga berbuah mangga.

Point ini menohok saya, gak enak banget. Masa’ kesalahan saya, kekeliruan-kekeliruan saya akan ditimpakan pada guru saya. Gak fair untuk guru saya!!!

Faktanya demikian. Bila seseorang mengenal kita sebagai murid si A, maka kesalahan kita akan ditimpakan pada si A. Padahal sangat mungkin kita berguru pada si A namun kita tidak mengindahkan kata-katanya, namun ketika kita melakukan kekeliruan Guru A mendapatkan getahnya.

Hahaha saya punya pengalaman seperti itu dengan seorang aktivis perempuan HW. Si aktivis HW bisa menjudge seseorang hanya berdasarkan gender...gilaaa!!! Pokoknya pria selalu salah, perempuan selalu benar. Giliran saya menanggapi dia, dia langsung mention Pak Anand Krishna yang ditahbiskan dia sebagai guru saya. Dia menulis bahwa “pengikut anda kok sangat kasar”. Bila dia mention saya, saya bisa berdebat lebih lanjut dengan dia. Namun dia tidak mention saya, malah dia memblock saya, dan dia malah mention Pak Anand Krishna yang tidak berurusan dengan dia.  Saya tidak paham bila apa yang saya tulis sebagai kebenaran dianggap HW sebagai tulisan yang sangat kasar, sementara dia selalu benar dengan perilaku menghakimi seseorang tanpa “membaca” lebih dulu.

Suka tak suka ternyata pepatah guru dikenal karena muridnya itu berlaku!!! Jadi kita harus berhati-hati berbicara, berperilaku, menulis karena orang yang tidak suka dengan kita akan mengaitkan kita dengan seseorang yang kita hormati. Bila si Nina dihujat, siapa yang peduli. Orang bertanya “si Nina siapa? Tauk ah”. Namun bila Nina dikaitkan dengan seorang guru terkenal maka beritanya akan berbeda. “O, si Nina murid A yang terkenal itu ternyata brengsek”. Cerita ini bisa menarik perhatian karena guru A dikaitkan.

Saya pernah membaca diskusi di Forum Kompas yang membuat saya tersenyum. Topik yang dibahas adalah tuduhan pelecehan yang ditimpakan pada Anand Krishna. Seseorang menulis “Lihat saja murid-murid Anand Krishna. Apakah mereka suka melecehkan wanita? Bisa disaksikan bahwa peserta-peserta di padepokan Anand Krishna sangat menghargai wanita.” Si penanggap yang memang tidak suka pada Pak Anand Krishna menanggapi “Ya kebetulan saja murid-murid Anand Krishna baik-baik.”

Bisakah orang “baik-baik” berguru pada orang “gak-beres” ???

Saya telah menyaksikan sendiri bagaimana seseorang berubah menjadi seperti gurunya. Kerabat saya PW awalnya orang baik-baik. Obsesi dalam diri PW membuat dia bertemu dengan seorang yang dianggap dia sebagai guru (SP). Kedekatan murid-guru dengan mudah mentransformasi PW dari orang baik-baik menjadi pembohong dan penipu kelas wahid. Mula-mula PW menjadi pembohong dulu, tidak langsung jadi penipu. Yang pertama dibohongi dia adalah istrinya, lanjut berbohong pada orang tua, kerabat, teman hingga orang yang baru dikenal. Tak butuh waktu lama, PW segera mengikuti jejak SP sebagai penipu ulung.

Saya pernah diajak teman kuliah untuk belajar mengaji dengan kelompok dia. Saya tidak lanjut mengaji dengan kelompok tersebut karena saya kurang cocok. Saya lebih suka model pengajian yang filosofis seperti pengajian Padang Bulan Cak Nun. Saya putuskan untuk mengaji jarak jauh dengan Cak Nun dengan aktif mengikuti tulisan-tulisan Cak Nun di koran maupun buku. Bila ada kesempatan temu muka, saya datang. Btw, saya perhatikan teman yang mengajak saya mengaji itu menjadi seperti guru mengajinya. Cara mengaji dia adalah membaca kemudian patuh, titik. Tidak ada kajian filosofis sama sekali. Bagi saya pengajian dia sangat tidak menarik namun kelompok pengajian dia cukup besar, ada di seluruh Indonesia. Mereka bahkan punya masjid-masjid  sendiri, punya pimpinan umat yang mereka patuhi. Menarik!

Begitulah...kita akan menjadi seperti guru kita... Semoga kita semua terhindar dari mempermalukan guru kita di mata dunia. Semoga kita bisa meletakkan mawar wangi di kaki guru kita sebagai tanda terimakasih dan cinta kita padanya. Amiiin...

Terimakasih
Namaste _/l\_

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

About Me

Foto Saya
Guruntala
🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala
Lihat profil lengkapku

Followers

Komentar Terbaru

Visitors

free counters