Rabu, 25 April 2012

Partikel, Kematangan dan Kedalaman seorang Dee


Partikel, Kematangan dan Kedalaman seorang Dee

Data Buku:
Judul : Partikel
Penulis : Dee a.k.a Dewi Lestari
Penerbit : Bentang
Cetakan : 2012
Tebal : viii + 500 halaman
ISBN : 978-602-8811-74-3

       Partikel adalah cerita perjalanan Zarah mencari Firas ayahnya yang tiba-tiba menghilang. Pencarian membawa Zarah  dari Bukit Jambul Bogor lanjut ke Tanjung Puting Kalimantan terus ke Glastonbury Inggris hingga perjalanan ke dalam diri melalui pengalaman Iboga...

       Ada sekelumit kisah cinta segitiga Zarah-Storm-Koso, ada cinta terpendam Paul pada Zarah. Kisah cinta memang selalu menarik hati...

       Ditutup dengan surat misterius untuk Zarah a.k.a Partikel. Dan apa hubungan Zarah dengan Diva, Elektra dan Bodhi? Teka-teki yang menarik...

       Novel ini meluncur mulus dengan kepiawaian Dee merangkai kata dengan diksi yang menarik seperti dalam kalimat berikut ini:
“...Dengan baju basah kuyup, mereka hanya bisa bersandar. Lunglai bercucuran keringat. Kelelahan oleh mantel tak terlihat yang dibebankan udara.” (hal 208).

Pernah merasakan masalah seperti masalah seorang Zarah?
“...Mengapa mereka marah? Mengapa mereka harus merasa terancam? Apa yang sebegitu salahnya dengan tulisan Ayah? Kenapa berbeda menjadi begitu menakutkan? Aku berpikir dan berpikir. Dan tetap aku gagal memahami....Kali ini aku berempati kepada Ayah. Kesulitannya, rasa putus asanya kepada lingkungan sekitarnya,dan betapa lelahnya terisolasi sendiri tanpa ada yang memahami. “ (hal. 105)
 
Tenggelam dalam novel ini membuat kita merenung:
.”..Sambil menanamkan bibit pohon setinggi lima puluh senti itu aku berpikir, betapa ilusifnya kegiatan ini. Niat mulia manusia menanam ulang pepohonan tidak akan pernah bisa menggantikan hutan yang terbentuk alami melalui proses puluhan ribu tahun.” (hal 189).

“...Berkesempatan melihat tanah airku dari ribuan kaki di atas permukaan laut menyadarkanku atas kebenaran kata-kata Ayah dulu. Hutan Kalimantan tidak selebat yang kubayangkan. Tampak bolong-bolong luas dimana-mana. Hutan yang tinggal jadi sejarah. Tebaran atap serta padatnya pemukiman manusia terlihat bagai sel kanker yang menyebar. Menggerogoti hijaunya hutan. Dari atas sini, aku melihat Kalimantan yang terluka.”(hal 178)

Berkenalan dengan profesi fotografer wildlife :
“...Nggak semua orang bisa diam di dalam batang kayu dua jam untuk memotret buaya dari jarak dekat. Kalau kamu nggak ambil foto ini, bagaimana kita bisa tahu rasanya kontak mata dengan buaya? Nggak semua orang bisa tahan berbulan-bulan di Arktik mengintili beruang kutub. Kalau nggak ada yang melakukannya, bagaimana orang di belahan dunia lain bisa tahu betapa penting dan indahnya beruang kutub. Bagi saya, fotografi wildlife adalah jembatan orang banyak untuk bisa mengenal rumahnya sendiri. Bumi ini. I see our profession as an important bridge that connects Earth and human population. We’re the ambassador of nature.” (hal.253)

Perjalanan mencari ayahnya membuat Zarah bersentuhan dengan pengetahuan tentang ET, UFO, tanaman enteogen seperti Iboga, praktek Shaman berupa perjalanan ke dalam diri.

Pak Simon pada Zarah:
       “Ayahmu seperti juga aku, percaya bahwa semesta ini bersifat hologram. Artinya setiap titik adalah proyeksi dari keseluruhan semesta secara utuh...Kalau semesta ini merupakan satu tubuh, maka kamu adalah bagian inheren darinya Zarah. Kita berada dalam satu jaringan kosmos. Mengapa tidak mungkin inteligensi yang sama menghubungkanmu dengan makhluk lain di semesta ini? Kalau tubuh kita ‘mengandung’ semesta secara utuh, mengapa kita terus mengandalkan eksplorasi ke luar, dan malah mengabaikan gerbang yang ada di dalam?
       Dalam suratnya, ayahmu bilang, dirinya sudah mengalami langsung perjalanan antardimensi. Ia juga sudah menjalin komunikasi dengan makhluk-makhluk ET. Disitulah surat ayahmu menarik perhatian saya. Akhirnya saya bertemu teman senasib.” (hal 412)

Zarah: “Menurut Bapak, mungkinkah ada juga portal di luar tubuh kita? Portal eksternal? Yang muncul di satu tempat?”
“Sangat mungkin,” sahut Pak Simon mantap. “Sudah banyak orang berteori tentang portal eksternal. Beberapa tempat di Bumi seperti Segitiga Bermuda, diduga adalah portal. Ada juga yang mencurigai bagunan-bagunan sakral seperti Piramida Giza, Kuil Osiris,dan banyak lagi.” (hal 413).

       Buku Partikel ini mengajak kita merenung dan membuka mata pada dimensi-dimensi lain dalam kehidupan yang jarang disadari oleh kita, manusia. Sebagaimana Firas mengatakan, satu-satunya yang perlu disembuhkan dari manusia adalah amnesianya. Manusia perlu kembali ingat ia diciptakan dengan bahan baku dasar yang sama dengan semua makhluk di atas bumi. (hal 227)

Ya, semoga manusia bisa sembuh dari amnesia sehingga bisa selaras dengan Ibu Bumi. Amiiin.
Namaste Beloved Friends _/l\_

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

About Me

Foto Saya
Guruntala
🌹A dam mast qalandar. #BlessingsClinic 🌹Give some workshops: Meridian Face & Body Massage, Aromatherapy Massage with Essential Oils, Make up. 🌹Selling my blendid Face Serum. IG & twitter: @guruntala
Lihat profil lengkapku

Followers

Komentar Terbaru

Visitors

free counters